Ini Jawaban Rusia setelah Ditekan untuk Gencatan Senjata 30 Hari dengan Ukraina

Minggu, 11 Mei 2025 - 08:10 WIB
loading...
Ini Jawaban Rusia setelah...
Rusia tegas menolak tekanan eksternal untuk gencatan senjata 30 hari dengan Ukraina. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
MOSKOW - Para pemimpin Barat dan Kyiv telah menekan Rusia untuk gencatan senjata selama 30 hari dengan Ukraina. Namun, Kremlin tegas menolak tekanan eksternal.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah mengumumkan gencatan senjata tiga hari pada awal minggu ini, yang disambut dengan kebungkaman dari Kyiv.

"Sebenarnya, beberapa hari yang lalu, [Presiden Rusia Vladimir] Putin mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari," kata Peskov.

Baca Juga: Putin Perintahkan Gencatan Senjata 3 Hari Dimulai, Ukraina Sebut Hanya Sandiwara

"Apakah Anda mendengar reaksi dari Kyiv? Tidak, kami juga tidak mendengarnya. Apakah Anda mendengar kritik terhadap Kyiv karena tidak dapat menanggapi atau tidak bersedia menanggapi? Tidak," lanjut Peskov kepada CNN, Sabtu (10/5/2025).

Para pemimpin dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Polandia berkumpul di Kyiv pada hari Sabtu untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pertemuan tersebut juga mencakup partisipasi virtual dari lebih dari 30 negara.

Setelah pertemuan tersebut, Zelensky menulis di X bahwa para peserta sepakat bahwa gencatan senjata penuh dan tanpa syarat harus dimulai pada hari Senin, 12 Mei, dan berlangsung setidaknya selama 30 hari.

"Bersama-sama, kami menuntut ini dari Rusia," katanya.

Dia memperingatkan bahwa jika Moskow menolak gencatan senjata, sanksi yang lebih kuat harus dijatuhkan pada sektor energi dan perbankan Rusia.

Zelensky mengeklaim persiapan sudah dilakukan untuk paket sanksi Uni Eropa ke-17, yang akan dikoordinasikan dengan langkah-langkah dari Inggris, Norwegia, dan Amerika Serikat.

Peskov mengatakan bahwa Kremlin masih mengevaluasi perkembangan terbaru. "Kami harus memikirkannya. Kami memiliki posisi kami sendiri," katanya.

Dia juga mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai sikap yang semakin bermusuhan dari negara-negara Eropa Barat.

“Ya, tentu saja kami melihat bahwa Eropa sedang menghadapi kami. Kami merasakannya, kami mengetahuinya, dan kami cukup terbiasa dengan itu," imbuh dia.

Juru bicara Putin itu menegaskan kembali kesediaan Moskow untuk terlibat dalam perundingan.

“Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk upaya penyelesaian [konflik] di Ukraina,” katanya, sambil menyatakan penghargaan atas upaya mediasi yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Namun pada saat yang sama, tidak ada gunanya mencoba menekan kami,” tegasnya.

Kyiv telah berulang kali menyerukan gencatan senjata segera selama 30 hari dalam beberapa bulan terakhir, dengan menganggapnya penting untuk memulai upaya diplomatik.

Moskow berpendapat bahwa jeda seperti itu terutama akan menguntungkan Ukraina dengan memungkinkan pasukannya untuk berkumpul kembali dan mengisi kembali persediaan senjata.

Berbicara kepada ABC News pada hari Jumat, Peskov juga menekankan bahwa gencatan senjata apa pun akan membutuhkan penghentian pengiriman senjata dari Barat, dengan mengatakan, “Jika tidak, itu akan menguntungkan Ukraina.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved