Apakah Israel Mendukung India dalam Perang Melawan Pakistan?

Jum'at, 09 Mei 2025 - 16:00 WIB
loading...
Apakah Israel Mendukung...
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (kiri) dan PM India Narendra Modi pada konferensi pers bersama di rumah presiden di New Delhi, India, pada 15 Januari 2018. Foto/Avi Ohayon/GPO
A A A
NEW DELHI - Hubungan pertahanan antara Israel dan India telah berkembang pesat sejak awal 1990-an, menjadikan Israel salah satu pemasok utama peralatan militer bagi India.

Kerja sama ini mencakup berbagai sistem persenjataan canggih yang telah meningkatkan kapabilitas militer India, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan di kawasan, termasuk ketegangan dengan Pakistan.

Hubungan antara India dan Israel telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang mencakup berbagai bidang, termasuk pertahanan, teknologi, dan intelijen.

Dukungan Israel untuk India


Sejak pembentukan hubungan diplomatik formal pada tahun 1992, kedua negara telah memperkuat kerja sama mereka, terutama setelah serangan teroris di Mumbai pada tahun 2008 yang mendorong India meningkatkan kemampuan pertahanannya.

Meskipun hubungan ini telah memperkuat kapabilitas militer India, penting untuk dicatat bahwa Israel tidak secara langsung terlibat dalam perang terbaru antara India dan Pakistan.

Dukungan Israel lebih bersifat teknis dan strategis, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pertahanan India secara keseluruhan.

Berikut ini berbagai dukungan Israel untuk India:

1. Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara (SAM)


Barak-8 / MRSAM

Salah satu proyek kolaboratif paling signifikan antara Israel dan India adalah pengembangan sistem rudal permukaan-ke-udara Barak-8, juga dikenal sebagai Medium Range Surface-to-Air Missile (MRSAM).

Sistem ini dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara, termasuk pesawat tempur, helikopter, rudal jelajah, dan drone.

Barak-8 memiliki jangkauan hingga 100 km dan kecepatan Mach 2 hingga Mach 3, serta dilengkapi dengan radar aktif dan sistem peluncuran vertikal.

Sistem ini telah dioperasikan Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat India, dengan produksi dilakukan perusahaan-perusahaan India seperti Bharat Dynamics Limited dan Bharat Electronics Limited, bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries (IAI) dan Rafael Advanced Defense Systems.

SPYDER-MR

India juga telah mengadopsi sistem pertahanan udara SPYDER-MR (Surface-to-air Python and Derby - Medium Range) dari Israel, yang menggunakan rudal Python-5 dan Derby.

Sistem ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai ancaman udara dengan jangkauan hingga 80 km, dan telah digunakan untuk melindungi infrastruktur kritis di India.

2. Sistem Radar dan Pengawasan


EL/M-2248 MF-STAR dan EL/M-2221 STGR

India telah mengimpor berbagai sistem radar canggih dari Israel, termasuk EL/M-2248 MF-STAR, radar multifungsi berbasis AESA (Active Electronically Scanned Array) yang digunakan untuk pengawasan maritim, dan EL/M-2221 STGR, radar pengendali tembakan untuk kapal perang.

Radar-radar ini telah dipasang pada kapal perusak kelas Kolkata dan Visakhapatnam milik Angkatan Laut India.

EL/M-2075 Phalcon AWACS

India juga telah mengintegrasikan sistem radar udara EL/M-2075 Phalcon ke dalam pesawat IL-76, menciptakan sistem peringatan dini dan kontrol udara (AWACS) yang meningkatkan kemampuan pengawasan dan komando Angkatan Udara India.

Sistem ini memungkinkan deteksi dan pelacakan ancaman udara dari jarak jauh.

3. Kendaraan Udara Tak Berawak (UAV)


Heron dan Searcher

India telah mengoperasikan drone Heron dan Searcher buatan Israel untuk misi pengawasan dan pengintaian.

Drone Heron, misalnya, mampu terbang selama lebih dari 30 jam dan telah digunakan untuk memantau perbatasan India dengan Pakistan dan China.

Selain itu, India juga telah menyewa drone Heron TP dari Israel untuk meningkatkan kapabilitas pengawasannya.

Drishti-10 Starliner

Sebagai bagian dari inisiatif "Make in India", Adani Defence bekerja sama dengan perusahaan Israel Elbit Systems untuk mengembangkan drone Drishti-10 Starliner, yang dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Drone ini menunjukkan upaya India mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan produksi pertahanan domestik.

4. Rudal Anti-Tank


Spike

India telah mengakuisisi rudal anti-tank Spike dari Israel, termasuk varian Spike MR dan Spike LR.

Rudal ini dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dan telah digunakan oleh Angkatan Darat India.

Pada tahun 2019, India memesan 12 peluncur dan 240 rudal Spike MR sebagai respons terhadap ketegangan di perbatasan dengan Pakistan.

Israel telah menjadi mitra pertahanan utama bagi India, menyediakan berbagai sistem persenjataan canggih yang telah meningkatkan kapabilitas militer India.

Kerja sama ini mencakup sistem pertahanan udara, radar, drone, dan rudal anti-tank, serta kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertahanan domestik.

Meskipun Israel tidak secara langsung mendukung India dalam konflik dengan Pakistan, kemitraan strategis ini telah memperkuat posisi India dalam menghadapi tantangan keamanan di kawasan.

Baca juga: 10 Sebab Jet Tempur J-10C Pakistan Bisa Tembak Jatuh 3 Rafale India yang Lebih Canggih
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved