Profil Benazir Bhutto, PM Wanita Pertama Pakistan yang Tewas Dibom dan Diterjang Peluru

Jum'at, 09 Mei 2025 - 15:00 WIB
loading...
Profil Benazir Bhutto,...
Benazir Bhutto, PM wanita pertama Pakistan yang tewas dalam serangan bom saat kampanye Pemilu. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
JAKARTA - Benazir Bhutto adalah perdana menteri (PM) wanita pertama Pakistan dan juga di dunia Muslim. Nasibnya tragis karena tewas oleh serangan bom dan terjangan peluru saat kampanye Pemilu.

Sosok Benazir Bhuto muncul sebagai pendobrak politik dan konservatisme yang menancap kuat di tanah Pakistan.

Dia bukan sekadar simbol kemajuan, tapi juga korban tragis dari pertarungan kekuasaan antara demokrasi dan dominasi militer.
Hidupnya bagaikan mozaik antara harapan, pengkhianatan, dan darah.

Baca Juga: Perang Makin Panas, Giliran India Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Pakistan

Profil Benazir Bhutto


Lahir pada 21 Juni 1953 di Karachi, Benazir adalah anak sulung dari Zulfikar Ali Bhutto, perdana menteri Pakistan yang dihukum gantung oleh junta militer pada 1979.

Pendidikan internasionalnya—Harvard (Radcliffe College) dan Oxford—membentuk dirinya menjadi politisi cerdas dengan pemahaman tajam soal Barat dan Timur.

Sejak muda, dia ditakdirkan tidak hanya menjadi pewaris politik ayahnya, tapi juga mewarisi musuh-musuhnya.

PM Wanita Pertama Dunia Islam


Pada 1988, di usia 35 tahun, Benazir memecahkan tabu: dia menjadi perdana menteri wanita pertama di negara mayoritas Muslim.

Di tengah tekanan dari elite militer dan kelompok Islamis, dia membawa angin segar—mendorong kesehatan ibu dan anak, kebebasan pers, dan kebijakan ekonomi moderat.

Namun, masa pemerintahannya tidak lepas dari tuduhan korupsi, dan dua kali dia dilengserkan sebelum menyelesaikan masa jabatan (1988–1990 dan 1993–1996), diduga akibat konspirasi yang melibatkan militer dan pengadilan.

Pulang dari Pengasingan Menjemput Maut


Setelah hampir satu dekade hidup di pengasingan di Dubai dan London, Benazir pulang ke Pakistan pada 2007 dengan restu Amerika Serikat dalam upaya mendamaikan kubu sipil dan militer.

Ribuan orang menyambutnya, tapi ledakan bom bunuh diri di Karachi menewaskan lebih dari 130 orang—sebuah pertanda kelam.

Pada 27 Desember 2007, Benazir tewas dalam serangan setelah kampanye di Rawalpindi.

Peluru dan bom menghentikan langkahnya hanya dua minggu sebelum Pemilu digelar.

Pemerintah militer saat itu menyalahkan kelompok Taliban, tapi banyak pihak—termasuk keluarga Bhutto—meyakini bahwa unsur militer dan badan intelijen ISI ikut bermain.

Benazir tidak hanya meninggalkan partainya, Pakistan People's Party (PPP), tapi juga legasi kepemimpinan yang diteruskan oleh suaminya, Asif Ali Zardari, dan putranya, Bilawal Bhutto Zardari. Namun bayang-bayang militer dan korupsi terus membayangi.

Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice dalam memoarnya menulis: “Benazir adalah harapan terbaik Pakistan, tapi terlalu banyak yang ingin harapan itu padam.”

Benazir Bhutto adalah potret seorang perempuan yang menantang nasib di dunia pria, dan dibungkam dengan cara paling maskulin: kekerasan. Tapi ingatan atasnya tidak pernah bisa dibunuh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved