Perang India-Pakistan, Ini Sejarah Keduanya Menjadi Negara Bersenjata Nuklir

Kamis, 08 Mei 2025 - 08:27 WIB
loading...
Perang India-Pakistan,...
Perang lintas batas di Kashmir antara India dan Pakistan dikhawatirkan berubah menjadi perang nuklir. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
NEW DELHI - India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir, telah terlibat konflik puluhan tahun atas wilayah Kashmir. Kedua negara kembali terlibat perang lintas batas pada Rabu kemarin.

India telah menyerang sembilan wilayah di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan. Sumber pemerintah India menyebut sekitar 70 orang tewas, namun pemerintah Pakistan total korban tewas adalah 31 orang.

Pakistan juga menyerang wilayah Kahsmir yang dikelola India, yang menurut New Delhi menewaskan puluhan orang.

Konflik terbaru ini dipicu oleh serangan teror oleh kelompok bersenjata pada 22 April yang menewaskan 26 turis Hindu di wilayah Kashmir yang dikelola India. New Delhi menyalahkan Pakistan atas serangan tersebut, namun Islamabad menyangkal terlibat.

Baca Juga: Pakistan: Kami Akan Gunakan Spektrum Kekuatan Penuh, Termasuk Nuklir, Jika Diserang India

Konflik ini dikhawatirkan berubah menjadi perang nuklir di tengah kekhawatiran tentang persenjataan nuklir kedua negara yang terus melonjak.


Sejarah India dan Pakistan Menjadi Negara Bersenjata Nuklir

Bagaimana India Memperoleh Senjata Nuklir?


Pada akhir 1950-an, India mendirikan program nuklirnya dengan bantuan dari Amerika Serikat dan Kanada, yang menyediakan reaktor nuklir dan bahan bakar nuklir.

Program ini secara eksplisit damai dalam niatnya yang dinyatakan, dan India sepakat untuk "melindungi"—yang dimaksudkan untuk mencegah reaktor dan bahan bakar nuklir mereka digunakan untuk senjata.

Pakar nonproliferasi nuklir mengatakan India mengeksploitasi celah ketika diam-diam memproses bahan bakar bekas menjadi plutonium pada 1960-an—salah satu dari dua metode utama memproduksi bahan fisil untuk senjata nuklir.

Program pengembangan bom nuklir rahasia New Delhi secara resmi dimulai pada tahun 1964, tetapi mencapai puncaknya pada awal 1970-an ketika banyak tim fisikawan India secara bersamaan mengembangkan berbagai komponen senjata yang diperlukan untuk membuat ledakan nuklir dari plutonium yang diproses ulang.

Uji nuklir pertama di negara itu, dengan kode "Buddha Tersenyum", terjadi pada tahun 1974 di bagian terpencil di barat laut negara itu. India mengeklaim ledakan itu bersifat "damai," tetapi komunitas internasional menyimpulkan—dan para ilmuwan utama kemudian mengungkapkan—bahwa mereka telah meledakkan bom nuklir.

Sebagai tanggapan, Kanada menghentikan kerja sama nuklir dengan India. Meskipun AS tidak menjatuhkan sanksi atau mengakhiri bantuan nuklir ke New Delhi, kegagalan perlindungan membantu menginspirasi Kongres AS untuk mengesahkan Undang -Undang Nonproliferasi Nuklir 1978.

Selama beberapa dekade berikutnya, India mengembangkan senjata termonuklear yang lebih kuat dan—mengejutkan dunia—berhasil mengujinya pada tahun 1998. Hari ini, New Delhi mengendalikan sekitar 172 senjata nuklir, menurut Asosiasi Kontrol Senjata.

Bagaimana Pakistan Membangun Senjata Nuklirnya?


Kisah program senjata nuklir Pakistan dimulai dengan AQ Khan, seorang ahli metalurgi yang lahir di pra-partisi India dan dibesarkan di Pakistan yang baru mandiri.

Khan melakukan studi pascasarjana di Eropa dan pada tahun 1972, dia mulai bekerja untuk sebuah perusahaan konsultan teknik nuklir di Amsterdam di mana dia memperoleh akses ke informasi tentang ultra-sentrifugasi yang mampu sangat memperkaya uranium radioaktif-metode utama kedua dalam memproduksi bahan fisil untuk senjata nuklir.

Setelah India memberi Pakistan kekalahan militer yang memalukan dalam perang tahun 1971 dan melakukan uji coba nuklir "Buddha Tersenyum" pada tahun 1974, Khan menulis kepada Perdana Menteri Pakistan, Zulfikar Ali Bhutto, dan menawarkan untuk mempelopori program senjata nuklir untuk negara asalnya.

Khan berhasil menyelundupkan informasi, foto, cetak biru, dan bahkan komponen sentrifugal ke Kedutaan Besar Pakistan di Belanda sebelum berhasil melarikan diri untuk memimpin program.

Khan memimpin upaya produksi rahasia—sejajar dengan program senjata Pakistan lainnya—yang berhasil menghasilkan hulu ledak nuklir pada tahun 1986, meskipun mereka tidak diuji sampai tahun 1998, hanya beberapa minggu setelah India menguji senjata termonuklir baru.

Khan juga dikaitkan dengan mendistribusikan teknologi senjata nuklir ke negara-negara nakal termasuk Korea Utara, Iran, dan Libya.

Pakistan hari ini memiliki sekitar 170 hulu ledak nuklir, menurut Asosiasi Kontrol Senjata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved