Apa Itu Operasi Sindoor?

Rabu, 07 Mei 2025 - 14:48 WIB
loading...
A A A
India, yang juga menargetkan Pakistan pada tahun 2019 dan 2016 setelah serangan terhadap pasukannya, mengatakan akan membalas, dengan Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan negara itu akan mengejar para penyerang Kashmir ke "ujung bumi".

Namun, lebih dari dua minggu kemudian, tentara India masih menyisir hutan Kashmir, mencari para penyerang — bahkan saat serangan itu telah mengenai sasaran di seberang perbatasan.

4. Memperebutkan Kashmir

Ini bukan pertama kalinya dua negara terbesar di Asia Selatan — yang memiliki populasi gabungan lebih dari 1,6 miliar, sekitar seperlima dari populasi dunia — berperang memperebutkan wilayah tersebut.

Lembah Kashmir yang indah memang menjadi inti ketegangan mereka.

Kedua negara tetangga itu bertempur dalam tiga dari empat perang mereka sebelumnya memperebutkan Kashmir, yang mencakup wilayah seluas 22.200 kilometer persegi (85.800 mil persegi). Kedua negara saat ini menguasai sebagian wilayah Kashmir — dengan China menguasai beberapa bagiannya — tetapi terus mengklaimnya secara penuh.

Bagaimana ketegangan meningkat sejak serangan Pahalgam? Sejak 22 April, ketegangan meningkat, yang berpuncak pada hubungan diplomatik yang sudah terbatas yang semakin terpukul.

India telah menangguhkan partisipasinya dalam Perjanjian Perairan Indus, yang menurutnya India berbagi perairan dari enam sungai dengan Pakistan. Karena India adalah negara bagian hulu sungai, secara teori, India dapat membatasi akses Pakistan ke air yang menjadi haknya dan yang menjadi andalannya. India juga mencabut visa bagi warga negara Pakistan, Pakistan mengancam akan menangguhkan Perjanjian Simla.

Kedua negara telah saling mengusir diplomat dan warga negara masing-masing, sementara kedua negara juga telah menutup perbatasan dan menutup wilayah udara.

Di Kashmir yang dikelola India, pihak berwenang telah menahan lebih dari 2.000 penduduk, beberapa di antaranya berdasarkan undang-undang antiterorisme, menghancurkan rumah-rumah yang diduga sebagai pejuang, dan memberlakukan tindakan keamanan yang ketat.

5. Sindoor Identik dengan India

Militer India telah menjuluki serangan rudalnya di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan sebagai "Operasi Sindoor". Nama itu penting.

Sindoor adalah kata dalam bahasa Hindi untuk warna merah terang, pigmen merah yang sering dioleskan oleh wanita Hindu yang sudah menikah di dahi mereka. Nama operasi militer India tersebut tampaknya merujuk pada cara para penyerang menembak korban mereka di Pahalgam pada tanggal 22 April.

Banyak cerita dari para penyintas yang merinci bagaimana para pria bersenjata itu memisahkan turis pria dari para wanita, dan kemudian dengan jelas mengidentifikasi mereka yang non-Muslim sebelum menembak mati mereka, sehingga istri mereka yang beragama Hindu menjadi janda. Sindoor biasanya tidak lagi dikenakan setelah suami seorang wanita meninggal dunia.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved