Apa Itu Operasi Sindoor?

Rabu, 07 Mei 2025 - 14:48 WIB
loading...
A A A
Provinsi Punjab mengumumkan keadaan darurat, dengan rumah sakit dan pasukan keamanan dalam siaga tinggi, dan sekolah ditutup pada hari Rabu.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

2. Pakistan Tembak 5 Jet Tempur India

Segera setelah serangan India, para pemimpin Pakistan, baik politik maupun militer, mengatakan negara itu telah mengerahkan pertahanannya dan jet tempurnya "mengudara".

Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, mengatakan balasan "sedang diberikan" kepada India.

Dalam semalam, beberapa klaim dibuat oleh Pakistan, termasuk menembak jatuh hingga lima jet India, termasuk tiga Rafale, pesawat tempur modern yang diperoleh India dari Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

Selain Chaudhry, Menteri Informasi Attaullah Tarar, serta Menteri Pertahanan Khawaja Asif, juga mengklaim di outlet berita internasional bahwa Pakistan telah menjatuhkan beberapa jet India.

Namun, militer Pakistan juga mengatakan India telah menembakkan semua rudalnya dari wilayah udara India. Dengan kata lain, jika Pakistan menembak jatuh pesawat India, Pakistan menembaki pesawat tersebut saat pesawat tersebut berada di wilayah udara India.

Pihak berwenang India belum mengomentari klaim tersebut atau apakah semua pesawat angkatan udara India yang berpartisipasi dalam serangan tersebut kembali dengan selamat ke pangkalan masing-masing.

3. Dipicu Serangan Teror di Pahalgam

Putaran konflik terbaru antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut terjadi setelah serangan di lembah Baisaran di wilayah Pahalgam di Kash yang dikelola India.

Orang-orang bersenjata membunuh 26 pria – 25 wisatawan dan seorang penunggang kuda poni lokal – setelah memisahkan mereka dari wanita.

India selama bertahun-tahun menyalahkan Pakistan karena mendukung, mempersenjatai, dan melatih kelompok-kelompok bersenjata, yang dituduhnya memicu masalah di lembah tersebut. Pakistan bersikeras bahwa mereka hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik kepada gerakan pemisahan diri Kashmir.

Setelah serangan bulan lalu, India menyalahkan kelompok yang tidak dikenal, Front Perlawanan (TRF), dan mengklaim bahwa kelompok itu adalah kelompok yang didukung Pakistan dengan tempat berlindung di sana. Pakistan, saat mengeluarkan kecaman, dengan keras membantah keterlibatannya dan menuntut penyelidikan yang "transparan, kredibel, dan tidak memihak" atas insiden tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved