Dari Tanah Suci ke Tahta Suci, Siapa Kardinal Pizzaballa yang Disebut Kandidat Kuat Paus?

Selasa, 06 Mei 2025 - 14:05 WIB
loading...
Dari Tanah Suci ke Tahta...
Fransiskan Pierbattista Pizzaballa dikenal sebagai kandidat Paus terkuat. Foto/X/@patriotismoes
A A A
VATICAN CITY - Kardinal Fransiskan Pierbattista Pizzaballa, yang telah menjabat sebagai patriark Latin Yerusalem sejak 2020, telah muncul sebagai salah satu kandidat utama untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus.

Konklaf akan memilih Paus baru di Roma untuk lebih dari 1 miliar umat Katolik di dunia pada hari Rabu.

Melansir Fox News, Paus Fransiskus dari Yesuit mengangkat Pizzaballa menjadi kardinal pada September 2023. Bulan berikutnya, pejuang Hamas menyerbu Israel, membantai lebih dari 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Hanya beberapa minggu kemudian, Pizzaballa menyatakan akan menawarkan dirinya sebagai sandera bagi gerakan jihad Hamas di Jalur Gaza dengan imbalan pembebasan anak-anak yang diculik oleh para Islamis radikal.

Dari Tanah Suci ke Tahta Suci, Siapa Kardinal Pizzaballa yang Disebut Kandidat Kuat Paus?

1. Kardinal Pertama yang Tinggal di Negara Yahudi

Menurut Vatican News, Pizzaballa, kardinal pertama yang tinggal di negara Yahudi, berkata, "Apakah saya siap untuk pertukaran? Apa pun, jika ini dapat mengarah pada kebebasan dan membawa anak-anak itu kembali ke rumah, tidak masalah. Dari pihak saya, kesediaan mutlak."

Pizzaballa lahir di Italia utara pada tahun 1965. Ia menggambarkan masa kecilnya di lingkungan pedesaan desa Castel Liteggio di Italia sebagai masa yang menyenangkan. "Itu adalah tahun-tahun terakhir kehidupan pedesaan yang sederhana, dengan lahan pertanian yang sudah mulai sepi, tetapi masih menjalani saat-saat terakhir dunia yang kini telah berlalu."

Ia menambahkan, "Kunjungan ke kandang kuda, tempat saya disuruh mengambil susu, kegembiraan menunggang kereta kuda untuk membuat jerami, permainan pedesaan yang sederhana, dan sebagainya. Itu adalah dunia yang sederhana dan asli, dan kehidupan yang tenang dan bahagia. Hanya dengan berjalannya waktu saya menyadari bagaimana dunia itu akan memengaruhi saya dengan memberi saya gaya dan pengejaran ketenangan dan ketulusan."

Baca Juga: Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Kenapa Kecanduan Global pada Brand Mewah Terus Meningkat?

2. Lancar Bahasa Ibrani

Melansir Fox News, Presiden Israel Isaac Herzog telah mengenal Pizzaballa sejak pergantian abad baru pada tahun 2000 dan memuji "bahasa Ibrani yang lancar dan fasih" Pizzaballa.

Herzog sebelumnya mengatakan, "Ia adalah orang yang brilian. Ia adalah seorang pemimpin yang berpengetahuan luas dan sangat memahami kompleksitas wilayah kami dan memperoleh kepercayaan dari semua pihak terkait di Yordania, Wilayah Palestina, dan Israel. Mereka sangat menghormatinya. Namanya sudah ada sejak lama."

3. Meminta Israel Tak Membunuh Warga Tak Berdosa

Namun, Pizzabella menimbulkan pertikaian dengan pemerintah Israel ketika ia menandatangani pernyataan yang mendesak Israel untuk "menghindari pembunuhan orang-orang tak berdosa" dalam kampanyenya untuk menggulingkan Hamas, entitas teroris yang ditetapkan AS, di Gaza.

Dari perspektif Israel, pernyataan itu gagal mengecam pembantaian Hamas. Pizzaballa menarik kembali dukungannya terhadap pernyataan itu dan menyatakan pembantaian Hamas sebagai "kebiadaban yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dipahami."

3. Menganggap Yerusalem sebagai Tanah Air Angkatnya

Pada tahun 1976, ia masuk seminari kecil bersama para Fransiskan di Bologna, Italia, dan mengucapkan kaul kekal di sana pada tahun 1989.

Melansir National Catholic Reporter, dimulai pada tahun 1993, dengan belajar di Yerusalem, ia memulai hubungan jangka panjangnya dengan apa yang kemudian menjadi tanah air angkatnya.

Pizzaballa telah mengajar bahasa Ibrani Alkitab, mengawasi penerjemahan Misale Romawi ke dalam bahasa Ibrani, dan menjabat sebagai "custos" Tanah Suci, yang bertanggung jawab untuk mengawasi semua tempat suci. Dalam peran-perannya ini, ia telah menjadi titik acuan tidak hanya bagi umat Kristen di wilayah tersebut, tetapi juga bagi umat Yahudi dan Muslim.

Di dalam Gereja Katolik, Pizzaballa telah mendapatkan penghargaan tinggi atas kecerdasan diplomatik dan ketajaman bisnisnya.

Pada tahun 2014, Fransiskus mempercayakannya untuk menyelenggarakan doa untuk perdamaian di Taman Vatikan bersama pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel saat itu Shimon Peres, bersama dengan paus dan Patriark Ekumenis Ortodoks Bartholomew.

Pizzaballa juga dipuji atas upayanya membersihkan utang-utang Patriarkat Latin di Yerusalem, termasuk mendirikan komite penasihat ekonomi. Di dalam Vatikan, ia pernah menjabat sebagai anggota Departemen Gereja Timur dan Departemen Promosi Persatuan Kristen.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Khotbah Natal Pertama,...
Khotbah Natal Pertama, Paus Leo Soroti Tenda Warga Palestina di Gaza dan Kelahiran Yesus
Paus Leo Serukan Gencatan...
Paus Leo Serukan Gencatan Senjata Semua Perang di Dunia pada Hari Natal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Infografis
Ribuan Senjata yang...
Ribuan Senjata yang Disita dari Iran Akan Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved