Kisah Wanita Inggris Bangun dari Stroke dengan Aksen Mandarin, Padahal Belum Pernah ke Asia
Selasa, 06 Mei 2025 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Colwill mengakui bahwa beberapa tahun terakhir ini sangat sulit baginya, karena dia harus membangun kembali kemampuan bahasa dan mobilitasnya, sembari menanggung tekanan mental yang luar biasa.
Dia juga menegaskan bahwa cara bicaranya bukanlah sesuatu yang dia pilih, dan bagaimana orang lain memandang aksen atau latar belakangnya bukanlah urusan mereka.
“Saya masih tidak tahu apa yang terjadi atau apakah itu akan terjadi lagi. Sulit untuk terus memaksakan diri agar dapat berbicara lebih baik, berjalan lebih baik, dan menjadi lebih mandiri. Saya telah mencapai tujuan komunikasi dan mobilitas saya, tetapi sekarang saya perlu fokus pada kesehatan mental, harga diri, dan menemukan cara untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri saya,” paparnya.
Dia juga mengungkapkan harapannya bahwa suatu hari dunia akan berhenti mengkritik aksennya.
Dia juga menegaskan bahwa cara bicaranya bukanlah sesuatu yang dia pilih, dan bagaimana orang lain memandang aksen atau latar belakangnya bukanlah urusan mereka.
“Saya masih tidak tahu apa yang terjadi atau apakah itu akan terjadi lagi. Sulit untuk terus memaksakan diri agar dapat berbicara lebih baik, berjalan lebih baik, dan menjadi lebih mandiri. Saya telah mencapai tujuan komunikasi dan mobilitas saya, tetapi sekarang saya perlu fokus pada kesehatan mental, harga diri, dan menemukan cara untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri saya,” paparnya.
Dia juga mengungkapkan harapannya bahwa suatu hari dunia akan berhenti mengkritik aksennya.
(mas)
Lihat Juga :