Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion, Israel Marah dan Ancam Balas Dendam

Senin, 05 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
Rudal Houthi Sukses...
Rudal balistik Houthi Yaman berhasil menghantam area Bandara Internasional Ben Gurion di dekat Tel Aviv. Rezim Zionis Israel marah dan ancam balas dendam. Foto/via Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Serangan rudal balistik Houthi Yaman berhasil menghantam area Bandara Internasional Ben Gurion di deekat Tel Aviv, Israel, pada hari Minggu. Rezim Zionis Israel marah dan mengancam akan melakukan balas dendam.

Rudal tersebut menghantam area di dekat jalan akses di dalam perimeter bandara. Laporan media lokal menyebutkan enam orang terluka.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka gagal mencegat rudal tersebut meskipun telah beberapa kali mencoba.

"Dampak teridentifikasi di area Bandara Ben Gurion," kata IDF dalam sebuah posting di Telegram.

Baca Juga: Sistem Pertahanan Israel Lagi-lagi Ditembus Rudal Houthi, Bandara Tersibuk Israel Jadi Sasaran

Rudal tersebut menempuh jarak hampir 2.150 km sebelum mendarat sekitar 350 meter dari terminal penumpang di bandara, menurut laporan media lokal. Hantaman rudal tersebut meninggalkan kawah selebar 25 meter.

Angkatan Udara Israel sedang menyelidiki kegagalan pencegatan rudal yang ditembakkan Houthi tersebut.

Kelompok Houthi telah mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal di area Bandara Internasional Ben Gurion.

"Kami menargetkan Bandara Ben Gurion, menggunakan rudal balistik hipersonik yang berhasil menghantam sasarannya," kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi al-Masirah, Senin (5/5/2025).

"Sistem pertahanan Amerika dan Israel gagal mencegat rudal tersebut," lanjut Saree.

Sarea memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak mengirim penerbangan ke bandara Israel tersebut, dengan menyatakannya "tidak lagi aman untuk navigasi udara."

Dalam pernyataan itu, Saree mencatat kelompoknya juga melancarkan serangan pesawat nirawak pada Sabtu malam yang ditujukan ke target vital di kota Ashkelon, Israel selatan.

Dia menekankan bahwa kelompok Houthi akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Israel sampai perang brutalnya di Jalur Gaza berhenti, dan bantuan kemanusiaan diizinkan kembali ke daerah kantong Palestina tersebut.

Serangan rudal Houthi juga telah memaksa jutaan warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan dan ruang aman.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan membalas dengan keras tak lama setelah serangan itu.

"Siapa pun yang menyerang kami akan dipukul tujuh kali lipat," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Iran atas serangan Houthi dan berjanji akan memberikan respons.

Dalam tulisannya di X, dia membagikan unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada bulan Maret di mana Trump juga membuat tuduhan terhadap Teheran.

"Presiden Trump benar sekali!" tulis Netanyahu. "Serangan oleh Houthi berasal dari Iran. Israel akan menanggapi serangan Houthi terhadap bandara utama kami dan, pada waktu dan tempat yang kami pilih, kepada para penguasa teror Iran mereka," lanjut Netanyahu."

Pemimpin rezim Zionis itu juga menyampaikan pidato dalam sebuah video yang diunggah di X.

“Kami pernah beroperasi melawan mereka di masa lalu dan kami akan beroperasi di masa mendatang,” katanya, ketika mengomentari serangan rudal di area Bandara Internasional Ben Gurion.

“Ini bukan ‘ledakan—itu saja,’ tetapi akan ada ledakan,” imbuh dia, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Beberapa maskapai penerbangan internasional membatalkan atau mengalihkan penerbangan setelah insiden tersebut. Air Europa, SWISS, Lufthansa, ITA Airways, dan Brussels Airlines telah membatalkan semua penerbangan masuk dan keluar ke dan dari Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Berita Terkini
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved