Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur

Minggu, 04 Mei 2025 - 15:05 WIB
loading...
Hanya Jadi Boneka, PM...
Ahmed bin Mubarak mundur dari jabatan PM. Foto/X/@SomaliPM
A A A
SANAA - Perdana Menteri Yaman Ahmed bin Mubarak mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya pada hari Sabtu, dengan alasan hambatan berulang yang mencegahnya menjalankan kewenangan konstitusionalnya. Ahmen bin Mubarak diibaratkan dirinya hanya boneka yang tak bisa bertindak apa pun.

Dalam sebuah posting di X, Mubarak menulis: "Saya baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden, Rashad al-Alimi, di mana saya menyerahkan pengunduran diri saya sebagai Perdana Menteri."

“Saya berdoa agar penerus saya sukses dan meminta semua orang untuk mendukungnya dan mendukungnya untuk memenuhi tugasnya di masa sulit yang sedang dialami negara kita ini,” imbuhnya, dilansir Anadolu.

Dewan Pimpinan Presiden belum mengeluarkan tanggapan resmi.

Mubarak menjelaskan bahwa ia telah menghadapi banyak tantangan selama masa jabatannya, “terutama ditolaknya kemampuan untuk menjalankan kewenangan konstitusional saya dalam membuat keputusan yang diperlukan untuk mereformasi beberapa lembaga negara, serta dicegahnya melaksanakan perombakan kabinet yang telah tertunda.”

Meskipun ada kendala, ia mengatakan pemerintahannya mencapai kemajuan signifikan dalam waktu singkat, terutama dalam reformasi keuangan dan administrasi serta dalam memerangi korupsi.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

Ia juga menekankan komitmennya untuk mendukung “perjuangan untuk memulihkan negara dan mengalahkan kudeta Houthi.”

“Demi menjaga persatuan semua komponen negara Yaman,” tulis Mubarak dalam surat pengunduran dirinya, “dengan ini saya mengajukan pengunduran diri saya dari jabatan perdana menteri.”

Pengunduran diri ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang memburuk di Yaman. Rial Yaman mengalami keruntuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, memperdalam penderitaan warga di negara yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa digambarkan menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pemerintah Yaman mengatakan bahwa mereka sedang berjuang dengan kekurangan keuangan yang parah karena penghentian ekspor minyak yang sedang berlangsung, yang telah berlangsung sejak Oktober 2022 setelah serangan Houthi terhadap fasilitas minyak.

Kelompok Houthi telah mengaitkan dimulainya kembali ekspor dengan kesepakatan tentang bagaimana pendapatan akan didistribusikan dan digunakan untuk membayar gaji sektor publik di seluruh negeri.

Yaman telah terperosok dalam konflik sejak 2014, ketika Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota, Sanaa, dan sebagian besar negara dari pemerintah yang diakui secara internasional.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Bantu Iran Melawan AS-Israel,...
Bantu Iran Melawan AS-Israel, Houthi Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Houthi Yaman Serang...
Houthi Yaman Serang Israel dengan Rudal dan Drone Saat Zionis Bom Teheran
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Daftar 4 Negara yang...
Daftar 4 Negara yang Diduga Jadi Sekutu Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved