Pakistan: Kami Akan Gunakan Spektrum Kekuatan Penuh, Termasuk Nuklir, Jika Diserang India

Minggu, 04 Mei 2025 - 05:39 WIB
loading...
Pakistan: Kami Akan...
Pakistan akan merespons dengan spektrum kekuatan penuh, termasuk dengan senjata nuklir, jika India menyerang atau mengganggu aliran air vital. Foto/Brookings.edu
A A A
MOSKOW - Pakistan akan merespons dengan spektrum kekuatan penuh, termasuk dengan senjata nuklir, jika India menyerang atau mengganggu aliran air vital.

Itu disampaikan Duta Besar Pakistan untuk Rusia Muhammad Khalid Jamali saat ketegangan terus meningkat antara kedua tetangga bersenjata nuklir tersebut menyusul serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir.

Berbicara kepada Russia Today pada hari Sabtu, diplomat Islamabad itu mengatakan bahwa intelijen Pakistan memiliki bukti agresi militer yang direncanakan dari New Delhi, yang menuduh Islamabad mendukung terorisme lintas batas di wilayahnya.

Baca Juga: Di Ambang Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer India dan Pakistan

"Ada beberapa dokumen bocor lainnya yang menyatakan telah diputuskan untuk menyerang wilayah tertentu di Pakistan," kata Jamali.

"Jadi itu membuat kami merasa bahwa ini akan terjadi dan sudah dekat," katanya lagi.

Dia memperingatkan bahwa Pakistan siap untuk merespons setiap agresi India. "Kami di Pakistan akan menggunakan spektrum kekuatan penuh, baik [senjata] konvensional maupun nuklir," paparnya.

Dia juga menegaskan kembali posisi Islamabad mengenai Perjanjian Air Indus, perjanjian utama antara India dan Pakistan, yang ditangguhkan New Delhi minggu lalu sebagai bagian dari respons diplomatiknya terhadap serangan teror di Kashmir.

"Setiap upaya untuk merebut air di daerah hilir sungai, atau menghentikannya, atau mengalihkannya akan menjadi tindakan perang terhadap Pakistan dan akan ditanggapi dengan kekuatan penuh termasuk spektrum kekuatan penuh," kata Jamali.

Namun, Jamali mendesak de-eskalasi, dengan mencatat potensi bahaya mengingat kedua negara memiliki senjata nuklir.

"Karena kedua negara adalah dua kekuatan nuklir, semakin banyak kebutuhan untuk meredakan ketegangan," ujarnya.

Pakistan sebelumnya telah menyerukan investigasi yang netral dan kredibel atas serangan teror di Kashmir. “Saya pikir peran masyarakat internasional berperan. Dan dalam hal ini, kami berharap negara-negara seperti China dan Rusia dapat berpartisipasi dalam investigasi tersebut,” imbuh dia.

New Delhi sebelumnya mengurangi staf di Komisi Tinggi Pakistan, mengusir diplomat Pakistan, dan menutup perbatasan daratnya. Islamabad merespons dengan tindakan balasan.

Pemerintah India juga menangguhkan layanan visa bagi warga negara Pakistan. Pada hari Sabtu, New Delhi mengumumkan serangkaian tindakan lebih lanjut yang bertujuan untuk menurunkan hubungan dagang yang telah terputus dengan Pakistan.

Serangan teror terjadi pada sore hari tanggal 22 April di Lembah Baisaran, tujuan wisata populer sekitar 6 km dari kota Pahalgam.

The Resistance Front (TRF), kelompok militan yang diduga terkait dengan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 26 turis Hindu tersebut, mendorong New Delhi untuk menuduh Islamabad mendukung terorisme lintas batas.

Polisi di Kashmir mengatakan mereka telah mengidentifikasi tiga tersangka, dua di antaranya adalah warga negara Pakistan, dalam serangan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Berita Terkini
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Infografis
9 Rudal Nuklir Pakistan...
9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved