Zelensky Ancam Pemimpin Dunia yang Hadir di Perayaan Hari Kemenangan di Moskow
Minggu, 04 Mei 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India
Dia mengklaim bahwa Kiev siap untuk mengumumkan gencatan senjata kapan saja, asalkan kedua belah pihak setuju bahwa itu akan berlangsung setidaknya selama 30 hari.
Pada bulan Maret, Rusia dan Ukraina sepakat untuk melakukan gencatan senjata parsial selama 30 hari dengan mediasi AS, yang difokuskan pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi. Namun, Ukraina melanggar gencatan senjata tersebut pada beberapa kesempatan, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya siap untuk perundingan damai tetapi telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap jeda jangka pendek tanpa kesepakatan resmi akan digunakan oleh sekutu Barat Kiev untuk mempersenjatai kembali militer Ukraina. Mengomentari permintaan Kiev untuk gencatan senjata yang lebih lama, Lavrov mengatakan minggu lalu bahwa hal itu mencerminkan posisi Ukraina yang memburuk di medan perang.
Pemerintah Rusia memberikan undangan kepada sejumlah pemimpin dunia untuk menghadiri perayaan Hari Kemenangan di Moskow, termasuk para pemimpin Tiongkok, India, Brasil, Venezuela, Vietnam, Slowakia, dan Serbia.
Dia mengklaim bahwa Kiev siap untuk mengumumkan gencatan senjata kapan saja, asalkan kedua belah pihak setuju bahwa itu akan berlangsung setidaknya selama 30 hari.
Pada bulan Maret, Rusia dan Ukraina sepakat untuk melakukan gencatan senjata parsial selama 30 hari dengan mediasi AS, yang difokuskan pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi. Namun, Ukraina melanggar gencatan senjata tersebut pada beberapa kesempatan, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Moskow mengatakan bahwa pihaknya siap untuk perundingan damai tetapi telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap jeda jangka pendek tanpa kesepakatan resmi akan digunakan oleh sekutu Barat Kiev untuk mempersenjatai kembali militer Ukraina. Mengomentari permintaan Kiev untuk gencatan senjata yang lebih lama, Lavrov mengatakan minggu lalu bahwa hal itu mencerminkan posisi Ukraina yang memburuk di medan perang.
Pemerintah Rusia memberikan undangan kepada sejumlah pemimpin dunia untuk menghadiri perayaan Hari Kemenangan di Moskow, termasuk para pemimpin Tiongkok, India, Brasil, Venezuela, Vietnam, Slowakia, dan Serbia.
(ahm)
Lihat Juga :