Kim Jong-un Perintahkan Kapal Perang Korea Utara Segera Dilengkapi Senjata Nuklir

Kamis, 01 Mei 2025 - 10:27 WIB
loading...
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un memerintahkan militernya segera mempersenjatai kapal-kapal Korea Utara dengan senjata nuklir. Foto/KCNA
A A A
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memerintahkan militernya untuk segera mempersenjatai kapal-kapal perang Angkatan Laut dengan senjata nuklir.

Perintah disampaikan saat Kim Jong-un memantau uji coba pertama sistem persenjataan kapal perang baru negaranya, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Korut; KCNA, pada Rabu.

Akhir pekan ini, Pyongyang telah mengungkap kapal perang terbarunya, kapal kelas perusak seberat 5.000 ton bernama Choe Hyon, yang menurut beberapa analis kemungkinan akan dilengkapi dengan rudal nuklir taktis jarak pendek.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Kapal Perang 5.000 Ton Bersenjata Paling Kuat, Kim Jong-un Bicara Nuklir

Menurut laporan KCNA, Kim Jong-un mengawasi hari pertama dari uji senjata dua hari kapal perusak tersebut.

"Dia kemudian memerintahkan para pejabat untuk bekerja pada percepatan persenjataan nuklir Angkatan Laut," tulis KCNA.

Korea Utara sebelumnya mengatakan kapal itu dilengkapi dengan "senjata paling kuat", dan bahwa kapal itu akan mulai beroperasi awal tahun depan.

Para pakar mengatakan bahwa mengingat ukurannya, kapal perang tersebut diyakini membawa rudal kapal-ke-permukaan dan rudal kapal-ke-udara.

KCNA melaporkan uji coba senjata yang dimulai hari Selasa tersebut adalah senjata berpemandu taktis kapal-ke-kapal, berbagai jenis senjata otomatis berbasis kapal, serta senjata pengacau elektronik dan asap, yang melibatkan kapal yang baru saja diresmikan.

"Pyongyang juga menguji rudal jelajah supersonik, rudal jelajah strategis, rudal anti-pesawat, dan senjata otomatis berbasis kapal 127 mm pada hari Senin," imbuh laporan KCNA.

Kim Jong-un mengatakan sistem daya tembak berbasis kapal negaranya telah dikombinasikan secara efektif dengan sarana serang paling kuat termasuk rudal jelajah supersonik, rudal jelajah strategis, dan rudal balistik taktis.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk melacak dan memantau dengan cermat tren pembangunan dan pengembangan kapal militer Korea Utara.

Pengumuman Pyongyang muncul beberapa hari setelah mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa mereka telah mengerahkan pasukan ke Rusia untuk mendukung Moskow dalam perangnya melawan Ukraina.

Moskow juga mengatakan pada hari Sabtu pekan lalu bahwa tentara Korea Utara memberikan bantuan yang signifikan dalam mengalahkan kelompok angkatan bersenjata Ukraina.

Beberapa analis mengatakan Pyongyang tampaknya telah memperoleh senjata tertentu dari Moskow untuk melengkapi kapal perangnya, mungkin sebagai imbalan atas pengerahan pasukan.

"Tampaknya Korea Utara baru-baru ini mengimpor beberapa senjata modern dari Rusia," kata Ahn Chan-il, seorang pembelot yang menjadi peneliti yang mengelola World Institute for North Korea Studies, kepada AFP, Kamis (1/5/2025).

"Korea Utara juga telah merakitnya, dan menggunakannya secara efektif untuk memperkuat persatuan internal dan meningkatkan moral militer," imbuh dia.

Kim Jong-un saat Peluncuran Kapal Perang Baru


Media pemerintah telah melaporkan pada hari Sabtu tentang peluncuran kapal perang Choe Hyon, yang menunjukkan gambar Kim Jong-un menghadiri upacara bersama putrinya Kim Ju Ae, yang dianggap oleh banyak pakar sebagai calon penggantinya.

Pada bulan Maret, Kim Jong-un memeriksa proyek untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, menegaskan bahwa meningkatkan Angkatan Laut secara "radikal" adalah bagian penting dari strategi pertahanan Pyongyang.

Saat itu, Kim Jong-un menyerukan modernisasi Angkatan Laut permukaan dan bawah laut negara itu, termasuk pengembangan kapal perang.

Pyongyang telah mengeklaim pada tahun-tahun sebelumnya bahwa mereka tengah mengembangkan kendaraan nirawak serang nuklir bawah laut, yang dapat melepaskan "tsunami radioaktif", tetapi para analis mempertanyakan apakah mereka benar-benar memiliki senjata semacam itu.

Washington—sekutu keamanan utama Seoul—dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan latihan militer gabungan dan meningkatkan kehadiran aset strategis AS, seperti kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir, di kawasan itu untuk menghalau Korea Utara.

Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara senjata nuklir yang statusnya tidak dapat diubah dan secara rutin mengecam latihan gabungan AS-Korea Selatan sebagai latihan untuk invasi.

"Pernyataan Korea Utara tentang percepatan persenjataan nuklir Angkatan Laut-nya diduga merujuk pada peningkatan kemampuan operasional rudal nuklir taktis dan strategis oleh armada tersebut,” kata Yang Moo-jin, presiden University of North Korean Studies di Seoul.

Uji coba minggu ini tampaknya menyoroti pernyataan Korea Utara bahwa kapal perangnya yang baru saja diresmikan mampu melakukan operasi di perairan biru, kata Yang Moo-jin kepada AFP, merujuk pada misi Angkatan Laut yang dilakukan jauh dari perairan pesisir negara itu sendiri, sering kali di wilayah laut terbuka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved