600 Tentara Korea Utara Mati Sia-sia, Jenazahnya Dikremasi di Rusia

Rabu, 30 April 2025 - 20:14 WIB
loading...
600 Tentara Korea Utara...
Sekitar 600 tentara Korea Utara mati sia-sia di Rusia. Foto/X
A A A
MOSKOW - Sekitar 600 tentara Korea Utara yang bertempur untuk Rusia melawan Ukraina telah tewas dan ribuan lainnya terluka.

Itu diungkapkan seorang anggota parlemen Korea Selatan pada hari Rabu, setelah Pyongyang secara resmi mengonfirmasi pengerahan pasukan untuk membantu Moskow.

"Sejauh ini, korban dari pasukan Korea Utara diperkirakan sekitar 4.700, termasuk sekitar 600 orang tewas," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun, anggota komite intelijen parlemen Korea Selatan, kepada wartawan setelah pengarahan oleh badan mata-mata negara itu, dilansir Al Jazeera.

Korea Utara mengonfirmasi untuk pertama kalinya pada hari Senin bahwa mereka telah mengerahkan pasukan ke Rusia, dengan kantor berita negara KCNA melaporkan tentara Pyongyang membantu Moskow merebut kembali wilayah di bawah kendali Ukraina di wilayah perbatasan Rusia di Kursk.

Moskow secara terpisah mengonfirmasi partisipasi Korea Utara, setelah berbulan-bulan kedua negara bungkam secara resmi, bahkan ketika Seoul dan Washington menuduh Pyongyang mengirim lebih banyak pasukan dan senjata untuk membantu.

Sekitar 2.000 tentara telah dibawa kembali ke Korea Utara yang bersenjata nuklir tahun ini, kata Lee, dan sekarang dilaporkan ditahan dalam isolasi di Pyongyang dan di lokasi lain di seluruh negeri.

"Dimengerti bahwa jenazah tentara yang gugur dikremasi secara lokal di Kursk sebelum diangkut" kembali ke Korea Utara, tambahnya.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

Korea Utara "mendukung perebutan kembali Kursk oleh Rusia dengan mengerahkan 18.000 tentara dalam dua tahap," kata Lee, seraya menambahkan bahwa jumlah bentrokan di daerah itu telah menurun sejak sekitar bulan Maret.

Sejak saat itu, "telah ada laporan tentang pelanggaran dalam pasukan Korea Utara, termasuk minum berlebihan dan pencurian," katanya.

Korea Selatan telah berulang kali mengecam pengerahan pasukan dan mengkritik Korea Utara karena mengirim banyak senjata, termasuk rudal, untuk membantu perang Rusia melawan Ukraina.

Korea Utara yang bersenjata nuklir telah menerima dukungan teknis yang signifikan dari Rusia sebagai balasannya, klaim Seoul.

Selain itu, setelah enam bulan pertempuran, Badan Intelijen Nasional Seoul memperkirakan bahwa "kemampuan tempur pasukan Korea Utara telah meningkat secara signifikan," kata Lee.

"Kurangnya pengalaman di awal telah berkurang dan mereka telah menjadi lebih mahir dalam menggunakan sistem senjata baru, termasuk pesawat nirawak," katanya.

Lee mengatakan tidak mungkin untuk "sepenuhnya mengesampingkan" kemungkinan Korea Utara dapat mengirim lebih banyak tentara ke Rusia.

Pasukan yang dikirim ke Rusia, yang dilaporkan berasal dari Korps Badai elit Korea Utara, telah diperintahkan untuk bunuh diri daripada ditawan, kata Seoul sebelumnya.

Moskow dan Pyongyang telah meningkatkan kerja sama militer mereka sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022.

Kedua negara menandatangani kesepakatan militer yang luas tahun lalu, termasuk klausul pertahanan bersama, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan langka ke Korea Utara.

Pyongyang meluncurkan serangkaian rudal balistik tahun lalu yang melanggar sanksi PBB.

Para ahli telah memperingatkan bahwa Korea Utara yang bersenjata nuklir mungkin sedang menguji senjata untuk diekspor ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved