Modi Berikan Wewenang Penuh pada Militer India untuk Menyerang Pakistan

Rabu, 30 April 2025 - 17:40 WIB
loading...
Modi Berikan Wewenang...
PM India Narenda Modi memberikan wewenang penuh pada militer India untuk menyerang Pakistan. Foto/X/@worldranking_
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri Narendra Modi telah memberi militer India “kebebasan operasional” untuk menanggapi serangan mematikan di Kashmir minggu lalu. Itu diungkapkan sumber senior pemerintah mengatakan kepada AFP, setelah New Delhi menyalahkan musuh bebuyutannya Pakistan.

Modi mengatakan kepada kepala tentara dan keamanan dalam pertemuan tertutup Selasa bahwa angkatan bersenjata memiliki “kebebasan operasional penuh untuk memutuskan cara, target, dan waktu tanggapan kami terhadap serangan teror terhadap warga sipil di Kashmir,” kata sumber itu.

Modi juga mengatakan bahwa itu adalah “tekad nasional India untuk memberikan pukulan telak terhadap terorisme,” tambah sumber itu.

Sumber pemerintah tersebut tidak berwenang untuk berbicara kepada media, tetapi laporan mengenai komentar Modi sesuai dengan yang dimuat di beberapa surat kabar utama India.

Hubungan antara kedua negara tetangga yang bersenjata nuklir itu memburuk setelah India menuduh Pakistan mendukung serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir terhadap warga sipil di Kashmir yang dikelola India pada tanggal 22 April, yang menewaskan 26 orang.

Islamabad telah menolak tuduhan tersebut, dan kedua negara sejak itu saling tembak-menembak di Kashmir, saling sindir diplomatik, mengusir warga negara, dan memerintahkan penutupan perbatasan.

Modi, tambah sumber tersebut, telah menyatakan "keyakinan dan kepercayaannya sepenuhnya pada kemampuan profesional Angkatan Bersenjata India," dan telah memberikan dukungan penuh dari pemerintahnya.

Pemerintah merilis gambar video pertemuan Modi dengan para panglima militer dan Menteri Pertahanan Rajnath Singh.

Minggu lalu Modi berjanji untuk mengejar mereka yang melakukan serangan di tempat wisata populer Pahalgam di Kashmir, dan mereka yang telah mendukungnya.

Baca Juga: Ancaman Perang Nuklir Pakistan Vs India

"Saya katakan kepada seluruh dunia: India akan mengidentifikasi, melacak, dan menghukum setiap teroris dan pendukungnya," katanya pada hari Kamis. "Kami akan mengejar mereka sampai ke ujung bumi."

Polisi India telah mengeluarkan poster pencarian untuk tiga orang – dua warga Pakistan dan seorang warga India – yang mereka katakan adalah anggota kelompok Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, sebuah organisasi teroris yang ditetapkan oleh PBB.

Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim telah dibagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka dari kekuasaan Inggris pada tahun 1947. Keduanya mengklaim wilayah tersebut secara penuh.

Pemberontak di wilayah yang dikuasai India telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1989, yang menginginkan kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved