5 Fakta Mahathir Mohamad, Eks PM Malaysia Sebut Singapura Diambil Orang China dari Bangsa Melayu
Rabu, 30 April 2025 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Adapun masa jabatan pertamanya berlangsung selama 22 tahun, yakni 1981-2003, yang merupakan periode terlama dalam sejarah Malaysia. Sedangkan masa jabatan kedua Mahathir sebagai PM Malaysia adalah periode 2018–2020.
Saat masa jabatan keduanya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia (2018-2020), Mahathir Mohamad waktu itu sudah berusia 92 tahun. Umur tersebut menjadikannya kepala pemerintahan tertua di dunia saat menjabat.
Setelah masa jabatannya selesai, Mahathir tetap aktif di panggung internasional. Tak jarang, ia ikut menyampaikan pidato dan menyuarakan pandangannya dalam berbagai masalah global.
Bahkan, Mahathir pernah menyatakan kesediaan untuk menjadi Perdana Menteri untuk ketiga kalinya apabila tidak ada kandidat yang cocok.
Mahathir Mohamad lahir pada 1925 di Alor Setar, Malaysia. Sebelum masuk ranah politik, ia diketahui sebagai seorang dokter.
Melansir Anadolu, Mahathir dulunya kuliah di Fakultas Kedokteran King Edward VII di Universitas Malaya, Singapura dan lulus pada 1953. Ia kemudian sempat memulai praktik sebagai dokter di kota kelahirannya pada 1957.
Pada sepak terjangnya, Mahathir Mohamad juga dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling vokal dalam menyuarakan kritik terhadap dominasi negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Kritik tersebut sering disampaikan melalui pidato-pidato resmi di forum internasional.
Terhadap Israel yang merupakan sekutu Barat, Mahathir bahkan lebih keras. Ia secara konsisten mengecam pendudukan wilayah Palestina oleh Israel dan menuduh negara tersebut melakukan apartheid serta penindasan terhadap rakyat Palestina.
2. Perdana Menteri Tertua di Dunia
Saat masa jabatan keduanya sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia (2018-2020), Mahathir Mohamad waktu itu sudah berusia 92 tahun. Umur tersebut menjadikannya kepala pemerintahan tertua di dunia saat menjabat.
Setelah masa jabatannya selesai, Mahathir tetap aktif di panggung internasional. Tak jarang, ia ikut menyampaikan pidato dan menyuarakan pandangannya dalam berbagai masalah global.
Bahkan, Mahathir pernah menyatakan kesediaan untuk menjadi Perdana Menteri untuk ketiga kalinya apabila tidak ada kandidat yang cocok.
3. Punya Latar Belakang Dokter sebelum Masuk Politik
Mahathir Mohamad lahir pada 1925 di Alor Setar, Malaysia. Sebelum masuk ranah politik, ia diketahui sebagai seorang dokter.
Melansir Anadolu, Mahathir dulunya kuliah di Fakultas Kedokteran King Edward VII di Universitas Malaya, Singapura dan lulus pada 1953. Ia kemudian sempat memulai praktik sebagai dokter di kota kelahirannya pada 1957.
4. Kritikus Keras Barat dan Israel
Pada sepak terjangnya, Mahathir Mohamad juga dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling vokal dalam menyuarakan kritik terhadap dominasi negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Kritik tersebut sering disampaikan melalui pidato-pidato resmi di forum internasional.
Terhadap Israel yang merupakan sekutu Barat, Mahathir bahkan lebih keras. Ia secara konsisten mengecam pendudukan wilayah Palestina oleh Israel dan menuduh negara tersebut melakukan apartheid serta penindasan terhadap rakyat Palestina.
Lihat Juga :