Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China

Selasa, 29 April 2025 - 17:41 WIB
loading...
Mahathir Mohamad: Bangsa...
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad sebut Bangsa Melayu kehilangan Singapura, jatuh ke tangan orang China. Foto/The Star
A A A
JAKARTA - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan Bangsa Melayu telah kehilangan banyak wilayah, termasuk Singapura jatuh ke tangan orang China dan Kepulauan Riau ke tangan Indonesia.

Dalam unggahan Facebook-nya, Selasa (29/4/2025), Mahathir merenungkan arti kemerdekaan Bangsa Melayu tapi kehilangan tanah-tanahnya sepanjang waktu.

Menurutnya, Semenanjung Malaya dimulai dari Segenting Kra (Tanah Genting Kra di Thailand selatan) hingga Pulau Riau (Kepulauan Riau di Indonesia).

“Saat ini, luas Semenanjung Malaya telah menurun. Sekarang hanya dari Perlis hingga Johor," tulis Mahathir.

Baca Juga: Mahathir Mohamad: AS dan Eropa Bantu Israel Lakukan Genosida Gaza, Ini Biadab

“Bangsa Melayu telah kehilangan Riau ke tangan Indonesia, dan 4 negara bagian ke tangan Thailand–Pattani, Yala, Setoi, Singgora," lanjut posting-an Mahathir.

Menurutnya, Singapura merupakan tanah Bangsa Melayu namun kini jatuh ke tangan pendatang dari China.

"Bangsa Melayu kehilangan Singapura karena imigran dari China," imbuh Mahathir.

“Bagian-bagian semenanjung yang telah kita tinggalkan dari Perlis hingga Johor juga telah dijual kepada orang luar, dan penjualan tanah Melayu akan terus berlanjut," imbuh dia.

Sekadar diketahui, Singapura memisahkan diri dari Malaysia pada 9 Agustus 1965, untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat karena perbedaan politik dan ekonomi.

Merenungkan kemungkinan konsekuensinya, Mahathir mengatakan bahwa tanah Melayu pada akhirnya akan menjadi milik orang lain, dan orang Melayu pada akhirnya akan tinggal di hutan.

Menurut laporan WorldofBuzz, pada Februari lalu, politisi veteran Malaysia ini juga menjelaskan secara rinci tentang negara-negara bagian Thailand yang dulunya merupakan bagian dari Semenanjung Malaya dan sekarang menjadi provinsi Thailand.

Dia saat itu mengatakan bahwa Inggris mendatangkan orang China, yang akhirnya membangun Singapura. Dalam sebuah wawancara dengan penyanyi Malaysia Faizal Tahir, Mahathir mengatakan bahwa Bapak Kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman, yang juga merupakan Perdana Menteri pertama Malaysia, memutuskan untuk memisahkan Singapura dari Malaysia karena “masalah dan perbedaan tertentu".

Dalam wawancara tersebut, dia juga mengatakan bahwa tanah Melayu di Malaysia akan semakin sedikit jika orang Melayu terus menjualnya. Ketika ditanya tentang alasan orang Melayu menjual tanah mereka, Mahathir berkata, “Banyak dari kami orang Melayu yang miskin. Lalu datanglah orang-orang yang menawarkan harga bagus, dan kami butuh uang untuk pernikahan anak-anak kami, atau untuk menunaikan ibadah haji, dan sebagainya.”

“Setiap tahun, ribuan hektare tanah Melayu dijual kepada orang lain. Setengah dari semenanjung bahkan bukan milik orang Melayu sekarang," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Kapolri
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Infografis
Respons China saat AS...
Respons China saat AS Hendak Jual Jet Tempur F-35 ke India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved