Tentara India dan Pakistan Saling Tembak di Kashmir untuk Malam Kelima Berturut-turut

Selasa, 29 April 2025 - 10:57 WIB
loading...
Tentara India dan Pakistan...
Tentara India dan Pakistan saling tembak di Kashmir untuk malam kelima berturut-turut. Perseteruan terbaru ini terjadi setelah 26 turis Hindu dibantai kelompok bersenjata di Kashmir pekan lalu. Foto/NDTV
A A A
NEW DELHI - Tentara India dan Pakistan saling tembak di Kashmir yang disengketakan untuk malam kelima berturut-turut.

Itu diumumkan militer New Delhi pada Selasa (29/4/2025), satu minggu sejak serangan teror kelompok bersenjata menewaskan 26 turis Hindu di Lembah Baisaran tersebut—tujuan wisata populer di wilayah Jammu dan Kashmir yang dijuluki sebagai "Mini Swiss".

Militer India mengatakan tentaranya dan pasukan Pakistan saling tembak sepanjang malam di sepanjang Garis Kontrol (LoC), perbatasan de facto di Kashmir yang disengketakan, zona pos terdepan Himalaya yang dijaga ketat di dataran tinggi.

Tidak ada konfirmasi langsung dari Pakistan.

Hubungan antara kedua negara bersenjata nuklir itu memburuk setelah India menuduh Pakistan mendukung serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindua pekan lalu.

Baca Juga: 26 Turis Hindu Dibantai di 'Mini Swiss' Kashmir, Ini Reaksi Dunia

Islamabad telah menolak tuduhan itu, dan tentara kedua negara sejak itu saling tembak di Kashmir, saling sindir diplomatik, mengusir warga negara satu sama lain, dan memerintahkan perbatasan ditutup.

India mengatakan bahwa pada Senin, "Tentara Pakistan menggunakan senjata ringan tanpa alasan yang jelas melintasi Garis Kontrol".

Baku tembak itu terjadi di daerah yang berseberangan dengan distrik Kupwara dan Baramulla, serta di sektor Akhnoor.

Militer India, seperti dikutip AFP, mengatakan pasukannya telah menanggapi provokasi itu dengan cara yang terukur dan efektif. Tidak ada laporan korban jiwa.

New Delhi mengatakan Selasa adalah batas waktu bagi warga negara Pakistan untuk meninggalkan India.

Para analis mengatakan mereka khawatir pernyataan-pernyataan yang bersifat suka berperang akan meningkat menjadi kemungkinan aksi militer.

Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim telah terbagi antara India dan Pakistan sejak mereka merdeka dari kekuasaan Inggris pada tahun 1947. Kedua negara saling mengeklaim wilayah itu sepenuhnya.

Pemberontak di wilayah yang dikuasai India telah melancarkan pemberontakan sejak tahun 1989, yang menginginkan kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan.

Sementara itu, polisi India telah mengeluarkan poster pencarian untuk tiga orang—dua orang Pakistan dan seorang India—yang mereka katakan adalah anggota kelompok Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan, sebuah kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh PBB.

Mereka telah mengumumkan hadiah dua juta rupee untuk informasi yang mengarah pada penangkapan masing-masing orang, dan melakukan penahanan besar-besaran untuk mencari mereka yang diduga terkait dengan para pembunuh.

PBB telah mendesak kedua musuh bebuyutan itu untuk menunjukkan "pengekangan diri yang maksimal", sementara China, yang berbatasan dengan India dan Pakistan, mendesak kedua pihak pada hari Senin untuk "menahan diri".

Iran telah menawarkan diri untuk menjadi penengah, dan Arab Saudi mengatakan Riyadh berusaha untuk "mencegah eskalasi".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Jumat meremehkan ketegangan dengan mengatakan bahwa perselisihan itu akan "diselesaikan, dengan satu atau lain cara".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved