Siapa Lebih Unggul India atau Pakistan dalam Senjata Nuklir?

Senin, 28 April 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Kebijakan nuklir India, yang secara formal berpusat pada kebijakan "Tidak Menggunakannya Pertama Kali", telah menunjukkan tanda-tanda fleksibilitas dalam beberapa tahun terakhir. Para pemimpin senior India telah mengisyaratkan bahwa serangan teroris besar, khususnya yang terkait dengan Pakistan, dapat memicu pembalasan nuklir dalam keadaan tertentu, terutama jika melibatkan senjata kimia atau biologi.

Sementara itu, upaya India untuk mendapatkan tiga serangkai nuklir yang beroperasi penuh, kemampuan untuk meluncurkan serangan nuklir dari darat, laut, dan udara, memberinya opsi yang belum pernah ada sebelumnya untuk respons dan pencegahan.

Rudal jarak jauh seperti Agni-V dan Agni-VI yang akan datang dirancang tidak hanya untuk Pakistan, tetapi juga untuk menjaga kota-kota China dalam risiko — tanda lain bahwa cakrawala strategis India meluas.

Sementara India secara aktif berpartisipasi dalam inisiatif nonproliferasi internasional, seperti Missile Technology Control Regime (MTCR), dan berupaya menjadi anggota Nuclear Suppliers Group (NSG), India tetap berada di luar Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT) dan Comprehensive Test Ban Treaty (CTBT). Kebijakan nuklirnya masih sangat bergantung pada dirinya sendiri — fleksibel, tidak transparan, dan disesuaikan dengan tantangan regionalnya yang unik.

4. Wilayah yang Rapuh di Dunia yang Tidak Stabil

Pada saat perang Israel-Gaza terus berkecamuk di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina terus berlanjut di Eropa, munculnya titik api lain di Asia Selatan sangat memprihatinkan.

Sistem internasional sudah mulai menipis, dengan negara-negara besar yang sibuk dan sumber daya diplomatik yang terbatas.

Dalam lingkungan seperti itu, risiko salah perhitungan dan eskalasi menjadi lebih tinggi, terutama antara negara-negara bersenjata nuklir seperti India dan Pakistan, yang ketidakpercayaan historisnya dan perselisihan yang belum terselesaikan dapat dengan mudah memperbesar insiden lokal menjadi krisis yang lebih besar.

Pada momen yang rapuh ini, kesabaran strategis, manajemen krisis yang tangguh, dan diplomasi jalur belakang lebih penting dari sebelumnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved