Perempuan yang Klaim Jadi Budak Seks Pangeran Andrew dan Epstein Tewas Bunuh Diri
Minggu, 27 April 2025 - 13:57 WIB
loading...
Virginia Giuffre (tengah), perempuan yang mengeklaim jadi budak seks Jeffrey Epstein dan Pangeran Andrew dari Inggris, ditemukan tewas bunuh diri. Foto/Departemen Kehakiman AS
A
A
A
SYDNEY - Virginia Giuffre, perempuan yang mengeklaim menjadi budak seks Jeffrey Epstein dan Pangeran Andrew dari Inggris, ditemukan tewas di area pertaniannya di Australia Barat. Menurut keluarganya, dia meninggal di usia 41 tahun akibat bunuh diri pada hari Jumat.
Giuffre dikenal sebagai seorang penyintas terkemuka dari jaringan perdagangan seks Jeffrey Epstein. Dia juga seorang advokat terkemuka bagi para korban pelecehan seksual.
Giuffre meninggal dunia di area pertaniannya di Neergabby, Australia Barat, tempat dia tinggal bersama suami dan tiga anaknya sejak 2019.
Baca Juga: Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa
“Dengan hati yang sangat hancur, kami umumkan bahwa Virginia meninggal dunia tadi malam di pertaniannya di Australia Barat. Dia meninggal karena bunuh diri, setelah menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan seks seumur hidupnya,” kata keluarganya kepada NBC News, yang dilansir Minggu (27/4/2025).
Pihak keluarga menggambarkannya sebagai “seorang pejuang yang tangguh dalam melawan pelecehan seksual dan perdagangan seks", seraya menambahkan bahwa “beban pelecehan begitu berat sehingga Virginia tidak sanggup menanggung bebannya.”
Giuffre dikenal sebagai seorang penyintas terkemuka dari jaringan perdagangan seks Jeffrey Epstein. Dia juga seorang advokat terkemuka bagi para korban pelecehan seksual.
Giuffre meninggal dunia di area pertaniannya di Neergabby, Australia Barat, tempat dia tinggal bersama suami dan tiga anaknya sejak 2019.
Baca Juga: Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa
“Dengan hati yang sangat hancur, kami umumkan bahwa Virginia meninggal dunia tadi malam di pertaniannya di Australia Barat. Dia meninggal karena bunuh diri, setelah menjadi korban pelecehan seksual dan perdagangan seks seumur hidupnya,” kata keluarganya kepada NBC News, yang dilansir Minggu (27/4/2025).
Pihak keluarga menggambarkannya sebagai “seorang pejuang yang tangguh dalam melawan pelecehan seksual dan perdagangan seks", seraya menambahkan bahwa “beban pelecehan begitu berat sehingga Virginia tidak sanggup menanggung bebannya.”
Lihat Juga :