3 Negara yang Tak Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus, Mana Saja Itu?
Sabtu, 26 April 2025 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Tanggapan minimalis China menggarisbawahi sensitivitas hubungan antara Partai Komunis yang berkuasa dnegan Tahta Suci.
Terlebih, Vatikan memang belum memiliki hubungan diplomatik formal dengan China sejak 1951, ketika rezim komunis yang baru didirikan memutuskan hubungan dan mengusir nuuncio kepausan, utusan Tahta Suci.
Meski begitu, Paus Fransiskus telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk melakukan perjalanan ke China. Umat Katolik China juga akan mengingatnya sebagai paus pertama yang pernah diberi wewenang untuk terbang di atas wilayah udara China.
Penolakan ini mencerminkan dinamika politik domestik di Peru, di mana hubungan antara eksekutif dan legislatif sering kali tegang. Keputusan kongres untuk menolak perjalanan presiden menunjukkan adanya ketidaksepakatan internal mengenai prioritas diplomatik negara.
Meskipun Presiden Boluarte tidak dapat menghadiri pemakaman, Peru tetap mengirimkan delegasi resmi untuk mewakili negara dalam upacara tersebut, menunjukkan komitmen untuk menghormati Paus Fransiskus meskipun ada kendala politik domestik.
Terlebih, Vatikan memang belum memiliki hubungan diplomatik formal dengan China sejak 1951, ketika rezim komunis yang baru didirikan memutuskan hubungan dan mengusir nuuncio kepausan, utusan Tahta Suci.
Meski begitu, Paus Fransiskus telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk melakukan perjalanan ke China. Umat Katolik China juga akan mengingatnya sebagai paus pertama yang pernah diberi wewenang untuk terbang di atas wilayah udara China.
3. Peru
Presiden Peru, Dina Boluarte, tidak menghadiri pemakaman Paus Fransiskus karena permintaannya untuk melakukan perjalanan ke Vatikan ditolak oleh Kongres Peru. Dalam pemungutan suara, 45 anggota kongres menolak permintaan tersebut, sementara 40 mendukung dan satu abstain.Penolakan ini mencerminkan dinamika politik domestik di Peru, di mana hubungan antara eksekutif dan legislatif sering kali tegang. Keputusan kongres untuk menolak perjalanan presiden menunjukkan adanya ketidaksepakatan internal mengenai prioritas diplomatik negara.
Meskipun Presiden Boluarte tidak dapat menghadiri pemakaman, Peru tetap mengirimkan delegasi resmi untuk mewakili negara dalam upacara tersebut, menunjukkan komitmen untuk menghormati Paus Fransiskus meskipun ada kendala politik domestik.
(ahm)
Lihat Juga :