Senator Jerman Juluki Tesla Mobil Nazi, Elon Musk Makin Dibenci di Eropa

Sabtu, 26 April 2025 - 09:17 WIB
loading...
Senator Jerman Juluki...
Senator Berlin Cansel Kiziltepe. Foto/Thomas Trutschel/photothek.net
A A A
BERLIN - Senator Berlin Cansel Kiziltepe menjuluki Tesla milik Elon Musk sebagai "mobil Nazi," saat mengomentari penurunan penjualan perusahaan tersebut.

Politisi dari Demokrat Sosial itu menyerang pembuat kendaraan listrik tersebut dalam posting yang kini telah dihapus di X pada hari Rabu (23/4/2025).

Musk menghadapi kritik di Uni Eropa (UE) atas pandangan politik sayap kanannya. Ia dikecam di Jerman karena mendukung Partai Alternatif untuk Jerman (AfD).

Dia juga dibenci di Uni Eropa yang lebih luas karena menjadi sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, yang kebijakannya tentang isu-isu seperti keberagaman dan konflik Ukraina tidak sejalan dengan kebijakan Brussels.

Musk pada gilirannya menuduh Uni Eropa melakukan penyensoran, perluasan birokrasi, dan kerugian ekonomi, yang sering kali membingkai kebijakan blok tersebut sebagai pengekangan kebebasan berbicara dan otonomi nasional.

"Siapa yang mau mengendarai mobil Nazi? Produsen mobil listrik sedang mengalami lonjakan penjualan, selain Tesla," tulis Kiziltepe, anggota Partai Sosial Demokrat (SPD) dan senator untuk tenaga kerja, urusan sosial, kesetaraan, integrasi, keberagaman, dan antidiskriminasi negara bagian Berlin, di X.

Postingan tersebut menuai kritik tajam dari pejabat di negara bagian tetangga Brandenburg, tempat pabrik mobil Tesla satu-satunya di Eropa berada.

Menteri-presiden Brandenburg, Dietmar Woidke, mengecamnya sebagai "sama sekali tidak pada tempatnya."

Adapun Menteri Ekonomi Negara Bagian, Daniel Keller, menuntut Kiziltepe menarik kembali pernyataannya.

Postingan tersebut telah dihapus, meskipun Kiziltepe telah membela posisinya, dengan menyatakan di X pada hari Jumat (25/4/2025) bahwa dia "secara tegas mendukung" penilaiannya terhadap Musk, dan menghubungkan kemerosotan penjualan Tesla dengan "posisi paling kanan" dari CEO-nya.

Pada kuartal pertama tahun ini, pengiriman kendaraan Tesla secara global turun 13% dari tahun ke tahun, pendapatan otomotif merosot 20% dan laba bersih anjlok 71%.

Pabrik Gigafactory Tesla di dekat Berlin menjadi sasaran pengunjuk rasa awal tahun ini ketika kata "heil" terlihat diproyeksikan ke dindingnya di samping logo pembuat mobil tersebut, yang mengeja pesan "Heil Tesla."

Selama upacara kampanye yang menandai pelantikan Trump pada bulan Januari, Musk membuat gerakan yang ditafsirkan para kritikusnya sebagai penghormatan "Sieg Heil" Nazi.

Musk menepis tuduhan tersebut sebagai bermotif politik.

Miliarder tersebut sebelumnya telah menyuarakan dukungannya terhadap AfD sayap kanan Jerman, saingan dari SPD yang berkuasa.

Kanselir Olaf Scholz yang akan lengser menyebut dukungan Musk terhadap AfD "menjijikkan."

Menteri Ekonomi Robert Habeck juga menuduh pengusaha tersebut melancarkan "serangan frontal" terhadap demokrasi.

AfD memperoleh 20,8% suara dalam pemilihan federal Jerman pada bulan Februari, dan menjadi partai terbesar kedua di negara itu.

Imigrasi dan ketidakpuasan ekonomi disebut-sebut sebagai salah satu faktor utama di balik keberhasilan partai tersebut.

Baca juga: Pakistan Akui Lakukan Pekerjaan Kotor untuk Barat dalam Dukung Teroris
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved