Marah 26 Turis Hindu Dibantai di Kashmir, India Lakukan 5 Pembalasan pada Pakistan

Kamis, 24 April 2025 - 09:56 WIB
loading...
A A A
Respons New Delhi juga mencakup pembatalan visa bagi warga negara Pakistan berdasarkan Skema Pengecualian Visa SAARC, yang memberikan hak kepada kategori pejabat tertentu untuk mendapatkan Dokumen Perjalanan Khusus, sehingga membebaskan mereka dari visa di wilayah tersebut.

SAARC atau Asosiasi Asia Selatan untuk Kerja Sama Regional, meliputi Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

Saat memberi pengarahan kepada media setelah rapat tersebut, Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengatakan bahwa penasihat pertahanan, militer, Angkatan Laut, dan Angkatan uUdara di Komisi Tinggi Pakistan memiliki waktu seminggu untuk meninggalkan India.

Warga negara Pakistan yang saat ini berada di India di bawah rezim SVES (SAARC Visa Exemption Scheme) memiliki waktu 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut.

India juga menutup Pos Pemeriksaan Terpadu Attari, yang umumnya dikenal sebagai perbatasan Wagah-Attari antara kedua negara, dengan efek segera.

“Mereka yang telah menyeberang dengan dukungan yang sah dapat kembali melalui rute tersebut sebelum 01 Mei 2025,” imbuh Misri, yang secara efektif memberikan waktu yang sempit bagi para pelancong yang ada untuk kembali.

New Delhi, lebih lanjut, mengumumkan penghentian Perjanjian Air Sungai Indus 1960 dengan segera. Perjanjian tersebut membatasi hak dan kewajiban kedua negara tetangga Asia Selatan terkait penggunaan perairan sistem Sungai Indus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved