Langka, Houthi Tembakkan Rudal ke Israel Utara Meski AS Terus Gempur Yaman

Rabu, 23 April 2025 - 15:27 WIB
loading...
Langka, Houthi Tembakkan...
Ilustrasi serangan rudal Houthi Yaman ke wilayah Israel. Foto/Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Kelompok Houthi di Yaman telah menembakkan sebuah rudal ke wilayah utara Israel pada Rabu (23/4/2025) dini hari. Serangan ini tidak biasa, mengingat kelompok sekutu Iran tersebut jarang menargetkan kawasan utara negara Yahudi itu.

Militer Israel menyatakan sirene peringatan sempat meraung-raung di sejumlah wilayah seperti Haifa, Krayot, dan daerah di sebelah barat Laut Galilea.

“Sebuah rudal dicegat dan kemungkinan besar berhasil dihancurkan di udara,” tulis militer Israel dalam pernyataan yang dikutip AP.

Baca Juga: Intelijen Amerika: Serangan Militer AS Sudah Tewaskan 500 Milisi Houthi

Warga di sekitar lokasi serangan mengaku mendengar suara ledakan keras dalam kegelapan dini hari. Meski belum ada klaim langsung dari kelompok Houthi terkait serangan ini, diketahui bahwa mereka kerap mengaku bertanggung jawab beberapa jam bahkan beberapa hari setelah serangan dilakukan.

AS Terus Gempur Yaman


Sementara itu, kampanye serangan udara besar-besaran Amerika Serikat (AS) terhadap kelompok Houthi Yaman terus berlanjut. Pada Rabu pagi, Houthi melaporkan adanya serangan udara AS yang menghantam beberapa wilayah penting di Yaman, termasuk Hodeida, Marib, dan Saada.

Di Marib, serangan dilaporkan mengenai peralatan telekomunikasi—salah satu target yang sebelumnya juga diserang oleh pasukan Amerika.

Komando Pusat Militer (CENTCOM) AS belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini.

Serangan udara ini merupakan bagian dari kampanye militer yang dimulai sejak 15 Maret lalu, yang diluncurkan sebagai tanggapan terhadap serangkaian serangan Houthi terhadap kapal-kapal dagang internasional di Laut Merah, serta ancaman mereka terhadap Israel.

Sejak November 2023 hingga Januari 2024, kelompok Houthi telah menargetkan lebih dari 100 kapal dagang dengan rudal dan drone, menyebabkan dua kapal tenggelam dan menewaskan empat pelaut.

Serangan Houthi di Laut Merah telah mengganggu jalur perdagangan global yang penting, yang biasanya menangani barang senilai sekitar USD1 triliun per tahun. Mereka juga telah mencoba menyerang kapal perang Amerika, meski belum ada yang berhasil.

Meski belum ada data resmi dari militer AS mengenai dampak kampanye udara terhadap Houthi, sejumlah laporan media Amerika menyebutkan bahwa beberapa target utama kemungkinan besar merupakan fasilitas militer dan keamanan.

Houthi sendiri mengontrol ketat akses informasi ke wilayah yang diserang, dan tidak merilis data korban secara lengkap.

Namun, pekan lalu tercatat serangan paling mematikan dari operasi militer AS tersebut. Sebuah serangan udara di pelabuhan bahan bakar Ras Isa menewaskan sedikitnya 74 orang dan melukai 171 lainnya.

Houthi, yang kini menjadi satu-satunya kelompok dalam jaringan Poros Perlawanan Iran yang masih secara aktif menyerang Israel, kembali menjadi sorotan dunia internasional. Mereka sebelumnya mengancam akan menyerang kapal-kapal yang dianggap berafiliasi dengan Israel sebagai respons atas blokade bantuan ke Jalur Gaza.

Kampanye pengeboman militer AS saat ini jauh lebih agresif dibandingkan era Presiden Joe Biden. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS meluncurkan serangkaian serangan yang lebih luas dan intensif terhadap kelompok ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved