7 Fakta Imam Masjidilharam As Sudais, Sosok yang Buat Pernyataan Kontroversial soal Gaza

Rabu, 23 April 2025 - 14:47 WIB
loading...
7 Fakta Imam Masjidilharam...
Sheikh Abdul Rahman ibn Abdul Aziz As Sudais, ulama Arab Saudi yang larang masyarakat bicarakan Gaza. Foto/Arab News
A A A
JAKARTA - As Sudais atau Abdul Rahman bin Abdul Aziz As Sudais adalah Imam Masjidilharam yang terkenal, terutama di kalangan umat Muslim dunia. Belum lama ini namanya sempat mencuat lantaran sempat membuat pernyataan kontroversial terkait Gaza.

Sebagai imam besar Masjidilharam di Makkah, peran As Sudais bukan hanya sebagai pemimpin salat, tetapi juga sebagai panutan spiritual bagi banyak orang.

Meski begitu, belum banyak yang tahu bahwa di balik sosoknya yang kharismatik, terdapat berbagai fakta menarik yang menyelimutinya. Berikut tujuh fakta menarik As Sudais sebagai imam Masjidilharam.

Baca Juga: Profil Sheikh As Sudais, Ulama Arab Saudi yang Larang Masyarakat Bicarakan Gaza

7 Fakta Imam Masjidilharam As Sudais

1. Pernyataannya Kontroversial soal Gaza


Sheikh As Sudais baru-baru ini viral karena menyarankan masyarakat tidak membicarakan politik Gaza, menyatakan itu urusan pemerintah. Pernyataan ini menuai pro-kontra di media sosial, terutama karena Arab Saudi dianggap kurang mengambil sikap tegas terhadap konflik tersebut.

Sebelumnya, dia juga pernah melarang pengibaran bendera Palestina di Masjidilharam, dengan alasan tempat suci harus bebas dari simbol politik. Sikap ini membuatnya sering dikritik, meski sebenarnya dia dikenal konsisten mendukung rakyat Palestina dalam berbagai kesempatan.

2. Qari dengan Suara Merdu yang Mendunia


Sheikh As Sudais dikenal sebagai salah satu qari (pembaca Al-Qur'an) terbaik di dunia. Suaranya yang khas dan penuh penghayatan membuat bacaan Al-Qur'an-nya banyak dicari dan didengarkan jutaan muslim di seluruh dunia.

Bahkan, rekaman tilawahnya sering diputar di masjid-masjid dan acara keislaman global. Kemampuannya menghafal Al-Qur'an sejak usia 12 tahun menjadi salah satu faktor yang membuat bacaannya begitu memukau.

3. Menjadi Imam Masjidilharam di Usia Muda


Pada usia 22 tahun, Sheikh As Sudais sudah diangkat sebagai imam Masjidilharam (1984), posisi yang sangat prestisius dalam dunia Islam. Dia sering memimpin salat Tarawih dan Qiyamul Lail, berpasangan dengan Sheikh Saud Al Shuraim.

Pengangkatannya di usia muda menunjukkan keilmuannya yang mendalam dan kualitas bacaannya yang luar biasa. Hingga kini, dia tetap menjadi salah satu imam utama di Masjidilharam.

4. Riwayat Pendidikan


Sheikh As Sudais menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Al-Muthana bin Harith, lalu melanjutkan ke Lembaga Ilmiah Riyadh dan lulus dengan predikat istimewa (1979). Gelar sarjana Syariah dia dapatkan dari Universitas Riyadh (1983).

Dia kemudian meraih gelar magister di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud (1987) dan doktor dari Universitas Umm al-Qura (1995). Latar belakang pendidikannya yang kuat membuatnya dihormati sebagai ulama yang mumpuni.

5. Pernah Jadi Tokoh Islam Tahun 2005


Pada 2005, Sheikh As Sudais dianugerahi gelar "Tokoh Islam Tahun Ini" oleh Dubai International Holy Quran Award. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya dalam menyebarkan Islam yang moderat dan damai.

Dia juga aktif dalam dakwah internasional, sering diundang untuk memberikan ceramah di berbagai negara. Pandangannya yang seimbang membuatnya diterima baik di kalangan muslim dunia.

6. Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci


Sejak 2011, Sheikh As Sudais menjabat sebagai Presiden Umum Urusan Dua Masjid Suci (Masjidilharam dan Masjid Nabawi) dengan pangkat setara menteri. Posisi ini membuatnya bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dua masjid paling suci dalam Islam.

Di bawah kepemimpinannya, banyak pembangunan dan modernisasi dilakukan, termasuk perluasan Masjidilharam untuk menampung jutaan jamaah haji setiap tahun.

7. Dukungannya pada Palestina


Meski beberapa pernyataannya dianggap kontroversial, Sheikh As Sudais sebenarnya kerap menyuarakan dukungan untuk Palestina. Dia pernah mengutuk keras serangan Israel dan mendoakan kemenangan bagi rakyat Gaza.

Dalam berbagai khutbahnya, dia menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan membantu saudara-saudara yang tertindas, termasuk di Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa sikapnya lebih kompleks daripada yang sering diberitakan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved