Trump Buat Tawaran Terakhir untuk Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 23 April 2025 - 11:27 WIB
loading...
Trump Buat Tawaran Terakhir...
Presiden AS Donald Trump. Foto/irna
A A A
WASHINGTON - Washington telah menyampaikan kepada Kiev apa yang disebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai "tawaran terakhir" untuk mengakhiri perang di Ukraina, menurut laporan Axios.

Namun, Kremlin telah mendesak masyarakat mengandalkan sumber resmi untuk mengetahui perkembangan dalam perundingan AS-Rusia.

Dokumen satu halaman tersebut dilaporkan disusun setelah utusan Trump Steve Witkoff mengadakan pertemuan selama empat jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini, dan disampaikan kepada pejabat Ukraina di Paris pekan lalu, Axios melaporkan pada hari Selasa (22/4/2025), mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui langsung diskusi tersebut.

Berdasarkan kesepakatan yang diusulkan, AS dikatakan siap memberikan pengakuan "de jure" atas Krimea sebagai bagian dari Rusia, dan secara tidak resmi mengakui kendali "de facto" Moskow atas Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk, serta wilayah Kherson dan Zaporozhye.

Rencana tersebut juga mencakup ketentuan mencabut sanksi pasca-2014 terhadap Moskow dan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral.

Selain itu, Washington secara resmi akan menentang upaya Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Sebagai imbalannya, Ukraina dilaporkan akan menerima "jaminan keamanan yang kuat" dari koalisi Uni Eropa (UE) dan negara-negara lain yang sepemikiran, meskipun proposal tersebut tidak merinci bagaimana operasi "menjaga perdamaian" ini akan berfungsi.

Rusia secara konsisten menolak pengerahan pasukan NATO ke Ukraina dengan dalih apa pun.

Kerangka kerja tersebut juga menjanjikan akses tanpa hambatan bagi Kiev ke Sungai Dnepr dan potensi kompensasi untuk upaya rekonstruksi, meskipun tidak menyebutkan dari mana dana tersebut akan berasal.

Rencana tersebut merujuk pada kesepakatan mineral antara AS dan Ukraina, yang diharapkan Trump akan ditandatangani pada hari Kamis.

Komponen lain dari proposal tersebut, menurut Axios, melibatkan penunjukan area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporozhye sebagai wilayah netral di bawah pemerintahan AS.

Washington dilaporkan mengharapkan Kiev menanggapi proposal tersebut selama pertemuan multinasional di London pada hari Rabu.

Baik Witkoff maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan melewatkan acara tersebut, dengan Jenderal Keith Kellogg, utusan Trump lainnya yang berfokus pada Ukraina, memimpin delegasi AS sebagai gantinya.

Witkoff diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Moskow untuk pertemuan lanjutan dengan Putin.

Rubio memperingatkan pekan lalu bahwa AS dapat meninggalkan inisiatif perdamaian dan "beralih" ke isu lain jika negosiasi gagal.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ada "peluang bagus untuk menyelesaikan masalah" pekan ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berulang kali mengesampingkan penyerahan wilayah apa pun ke Rusia dan terus mendesak AS dan sekutu lainnya memberikan dukungan militer berkelanjutan.

Moskow secara konsisten menyatakan status Krimea yang bergabung dengan Rusia pada tahun 2014 setelah referendum yang diadakan setelah kudeta yang didukung Barat di Kiev, dan empat bekas wilayah Ukraina lainnya yang memilih untuk bergabung dengan Rusia pada tahun 2022 tidak terbuka untuk negosiasi.

Pejabat Rusia bersikeras setiap perjanjian perdamaian harus mengatasi "akar penyebab" konflik.

Putin telah menambahkan gencatan senjata yang layak akan mengharuskan negara-negara Barat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina.

Baca juga: Putin akan Gelar Pertemuan Puncak Khusus Rusia-Arab Tahun Ini
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved