Kelompok Bersenjata Tembaki Turis di Kashmir yang Dikelola India, 28 Orang Tewas
Rabu, 23 April 2025 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
"Saya melihat beberapa pria tergeletak di tanah dan tampak seperti sudah tewas," ujar Waheed, yang hanya menyebutkan satu nama.
Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan itu "jauh lebih besar daripada apa pun yang pernah kita lihat yang ditujukan kepada warga sipil dalam beberapa tahun terakhir".
"Serangan terhadap pengunjung kami ini adalah kekejian," papar dia. "Pelaku serangan ini adalah binatang, tidak manusiawi dan patut dihina."
Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk "tindakan keji" tersebut dalam pernyataan di X. "Mereka yang berada di balik tindakan keji ini akan diadili... mereka tidak akan luput! Agenda jahat mereka tidak akan pernah berhasil. Tekad kami untuk memerangi terorisme tidak tergoyahkan dan akan semakin kuat," ujar dia.
Serangan itu terjadi saat Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance sedang mengunjungi India untuk bertemu Modi selama empat hari.
Vance menyebut serangan itu mengerikan dalam pernyataan di X dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah tiba di Srinagar tak lama setelah insiden itu.
Pada bulan Agustus 2019, pemerintah Modi mencabut Pasal 370A dan Pasal 35A, yang mencabut status semi-otonom Jammu dan Kashmir, memberlakukan blokade komunikasi, dan menyebabkan penangkapan ribuan warga Kashmir saat status wilayah itu berubah dalam semalam.
Wilayah tersebut telah mengalami tindakan keras besar-besaran terhadap perbedaan pendapat sejak pencabutan tersebut.
Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan itu "jauh lebih besar daripada apa pun yang pernah kita lihat yang ditujukan kepada warga sipil dalam beberapa tahun terakhir".
"Serangan terhadap pengunjung kami ini adalah kekejian," papar dia. "Pelaku serangan ini adalah binatang, tidak manusiawi dan patut dihina."
Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk "tindakan keji" tersebut dalam pernyataan di X. "Mereka yang berada di balik tindakan keji ini akan diadili... mereka tidak akan luput! Agenda jahat mereka tidak akan pernah berhasil. Tekad kami untuk memerangi terorisme tidak tergoyahkan dan akan semakin kuat," ujar dia.
Serangan itu terjadi saat Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance sedang mengunjungi India untuk bertemu Modi selama empat hari.
Vance menyebut serangan itu mengerikan dalam pernyataan di X dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka.
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah tiba di Srinagar tak lama setelah insiden itu.
Penindasan yang Sangat Keras
Pada bulan Agustus 2019, pemerintah Modi mencabut Pasal 370A dan Pasal 35A, yang mencabut status semi-otonom Jammu dan Kashmir, memberlakukan blokade komunikasi, dan menyebabkan penangkapan ribuan warga Kashmir saat status wilayah itu berubah dalam semalam.
Wilayah tersebut telah mengalami tindakan keras besar-besaran terhadap perbedaan pendapat sejak pencabutan tersebut.
Lihat Juga :