Paus Fransiskus Meninggal, Ini Teks Lengkap Pidato Paskah Terakhirnya yang Ratapi Gaza
Selasa, 22 April 2025 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Tidak akan ada kedamaian tanpa kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi dan menghormati pandangan orang lain.
Perdamaian juga tidak mungkin terjadi tanpa perlucutan senjata sejati! Tuntutan agar setiap orang menyediakan pertahanannya sendiri tidak boleh berubah menjadi perlombaan untuk mempersenjatai kembali.
Cahaya Paskah mendorong kita untuk meruntuhkan penghalang yang menciptakan perpecahan dan penuh dengan konsekuensi politik dan ekonomi yang serius. Cahaya itu mendorong kita untuk saling peduli, meningkatkan solidaritas bersama, dan bekerja untuk pengembangan integral setiap pribadi manusia.
Selama masa ini, janganlah kita lalai membantu rakyat Myanmar, yang dirundung konflik bersenjata selama bertahun-tahun, yang dengan keberanian dan kesabaran, menghadapi dampak gempa bumi dahsyat di Sagaing, yang menyebabkan kematian ribuan orang dan penderitaan besar bagi banyak korban selamat, termasuk anak yatim dan orang tua. Kami berdoa bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai, dan kami dengan sepenuh hati berterima kasih kepada semua relawan murah hati yang melaksanakan operasi bantuan.
Pengumuman gencatan senjata oleh berbagai pihak di negara itu merupakan tanda harapan bagi seluruh Myanmar.
Saya mengimbau kepada semua orang yang memegang posisi tanggung jawab politik di dunia kita untuk tidak menyerah pada logika ketakutan yang hanya mengarah pada isolasi dari orang lain, tetapi sebaliknya menggunakan sumber daya yang tersedia untuk membantu yang membutuhkan, untuk memerangi kelaparan dan untuk mendorong inisiatif yang mempromosikan pembangunan. Inilah "senjata" perdamaian: senjata yang membangun masa depan, alih-alih menabur benih kematian!
Semoga prinsip kemanusiaan tidak pernah gagal menjadi ciri khas tindakan kita sehari-hari. Dalam menghadapi kekejaman konflik yang melibatkan warga sipil yang tidak berdaya dan menyerang sekolah, rumah sakit, dan pekerja kemanusiaan, kita tidak dapat membiarkan diri kita lupa bahwa yang diserang bukanlah target, tetapi orang-orang, yang masing-masing memiliki jiwa dan martabat manusia.
Pada tahun Yubelium ini, semoga Paskah juga menjadi kesempatan yang tepat untuk pembebasan tawanan perang dan tahanan politik!
Saudara-saudari terkasih,
Dalam Misteri Paskah Tuhan, kematian dan kehidupan berjuang dalam perjuangan yang luar biasa, tetapi Tuhan sekarang hidup selamanya (lihat Urutan Paskah). Ia memenuhi kita dengan kepastian bahwa kita juga dipanggil untuk ambil bagian dalam kehidupan yang tidak mengenal akhir, ketika benturan senjata dan gemuruh kematian tidak akan terdengar lagi. Marilah kita mempercayakan diri kita kepada-Nya, karena hanya Dia yang dapat memperbarui segala sesuatu (lihat Wahyu 21:5)!
Selamat Paskah untuk semua orang!"
Perdamaian juga tidak mungkin terjadi tanpa perlucutan senjata sejati! Tuntutan agar setiap orang menyediakan pertahanannya sendiri tidak boleh berubah menjadi perlombaan untuk mempersenjatai kembali.
Cahaya Paskah mendorong kita untuk meruntuhkan penghalang yang menciptakan perpecahan dan penuh dengan konsekuensi politik dan ekonomi yang serius. Cahaya itu mendorong kita untuk saling peduli, meningkatkan solidaritas bersama, dan bekerja untuk pengembangan integral setiap pribadi manusia.
Selama masa ini, janganlah kita lalai membantu rakyat Myanmar, yang dirundung konflik bersenjata selama bertahun-tahun, yang dengan keberanian dan kesabaran, menghadapi dampak gempa bumi dahsyat di Sagaing, yang menyebabkan kematian ribuan orang dan penderitaan besar bagi banyak korban selamat, termasuk anak yatim dan orang tua. Kami berdoa bagi para korban dan orang-orang yang mereka cintai, dan kami dengan sepenuh hati berterima kasih kepada semua relawan murah hati yang melaksanakan operasi bantuan.
Pengumuman gencatan senjata oleh berbagai pihak di negara itu merupakan tanda harapan bagi seluruh Myanmar.
Saya mengimbau kepada semua orang yang memegang posisi tanggung jawab politik di dunia kita untuk tidak menyerah pada logika ketakutan yang hanya mengarah pada isolasi dari orang lain, tetapi sebaliknya menggunakan sumber daya yang tersedia untuk membantu yang membutuhkan, untuk memerangi kelaparan dan untuk mendorong inisiatif yang mempromosikan pembangunan. Inilah "senjata" perdamaian: senjata yang membangun masa depan, alih-alih menabur benih kematian!
Semoga prinsip kemanusiaan tidak pernah gagal menjadi ciri khas tindakan kita sehari-hari. Dalam menghadapi kekejaman konflik yang melibatkan warga sipil yang tidak berdaya dan menyerang sekolah, rumah sakit, dan pekerja kemanusiaan, kita tidak dapat membiarkan diri kita lupa bahwa yang diserang bukanlah target, tetapi orang-orang, yang masing-masing memiliki jiwa dan martabat manusia.
Pada tahun Yubelium ini, semoga Paskah juga menjadi kesempatan yang tepat untuk pembebasan tawanan perang dan tahanan politik!
Saudara-saudari terkasih,
Dalam Misteri Paskah Tuhan, kematian dan kehidupan berjuang dalam perjuangan yang luar biasa, tetapi Tuhan sekarang hidup selamanya (lihat Urutan Paskah). Ia memenuhi kita dengan kepastian bahwa kita juga dipanggil untuk ambil bagian dalam kehidupan yang tidak mengenal akhir, ketika benturan senjata dan gemuruh kematian tidak akan terdengar lagi. Marilah kita mempercayakan diri kita kepada-Nya, karena hanya Dia yang dapat memperbarui segala sesuatu (lihat Wahyu 21:5)!
Selamat Paskah untuk semua orang!"
(mas)
Lihat Juga :