Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia, Ini Sebabnya

Senin, 21 April 2025 - 12:00 WIB
loading...
Jerman Tak Siap Hadapi...
Jerman tak siap lindungi 83 juta penduduknya jika Perang Dunia III melawan Rusia pecah. Sebab, banyak bunker telah dialihfungsikan. Foto/Christian Thiel via Der Spiegel
A A A
BERLIN - Jerman terpaksa mengakui bahwa mereka tidak menghadai Perang Dunia III melawan Rusia jika benar-benar terjadi.

Berlin tidak siap melindungi 83 juta penduduknya jika Perang Dunia III pecah. Penyebab utamanya adalah karena hampir semua tempat perlindungan bom (bunker)-nya telah dialihfungsikan.

Banyak komunitas Barat yang khawatir situasi yang memburuk dengan Rusia berarti benua itu berada di ambang perang global pertama dalam 80 tahun terakhir, dengan beberapa negara mempersiapkan rakyatnya jika hal terburuk terjadi.

Inggris memiliki banyak bunker nuklir, sebagian besar merupakan peninggalan masa kelam Perang Dingin—yang terkubur jauh di bawah tanah di berbagai wilayah—yang akan mampu melindungi setidaknya beberapa komunitas.

Baca Juga: NATO Dituduh Akan Luncurkan Perang Dunia III Melawan Rusia dari Rumania

Awal tahun ini Jerman bergabung dengan negara-negara NATO seperti Finlandia dan Norwegia dalam mengirimkan pamflet yang memberi tahu orang-orang cara untuk tetap aman jika Perang Dunia III pecah.

Namun, tampaknya jika bom-bom dalam perang semacam itu diterbangkan, warga Jerman hanya akan memiliki sedikit tempat aman untuk dituju.

Badan Federal untuk Real Estate (BImA) dan Kantor Federal Perlindungan Sipil dan Bantuan Bencana di Jerman, melaporkan tidak satu pun dari 579 bunker di negara itu yang siap digunakan.

Pakar bunker Jerman, Jorg Diester, mengatakan kepada surat kabar Die Stern: “Ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit yang kami hadapi di sini. Persepsi di bidang pertahanan militer dan sipil adalah kami tidak lagi menghadapi ancaman."

"Kemudian Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman) sebagian besar dilucuti senjatanya, dan hal yang sama persis terjadi di bidang pertahanan sipil," ujarnya, yang dilansir The Mirror, Senin (21/4/2025).

“Ini tidak berarti tempat perlindungan yang ada ditutup, tetapi mereka justru memasuki apa yang disebut proses deklasifikasi.”

Orang-orang di Jerman yang akan aman adalah para penyiap perang yang memiliki bunker mereka sendiri yang siap sedia di taman dan pekarangan yang dipenuhi dengan perlengkapan untuk berjaga-jaga jika hal terburuk terjadi.

Di Inggris Raya, Inggris memiliki jaringan bunker nuklir yang sangat besar, yang berpotensi siap seandainya Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk mengambil opsi nuklir.

Penelitian oleh Subterranea Britannica menunjukkan ada 276 bunker yang tersebar di seluruh negeri, yang mampu menjaga setidaknya sebagian penduduk tetap aman dari dampak radioaktif terburuk—meskipun beberapa tidak digunakan lagi.

Di daerah yang padat penduduk, seperti London, terdapat puluhan bunker, sementara daerah lain seperti Isle of Wight dan Isle of Man, hanya memiliki satu pilihan.

Presiden Putin telah berulang kali menyangkal bahwa Rusia memiliki rencana untuk menyerang negara-negara NATO. Pemimpin Kremlin itu menyebut klaim semacam itu sebagai "omong-kosong" untuk menakut-nakuti rakyat Eropa Barat dan menjadi dalih untuk membenarkan peningkatan anggaran militer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved