Bantai 15 Paramedis dan Pekerja Bantuan Gaza, Militer Israel Akui Kegagalan Profesional
Senin, 21 April 2025 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut militer Israel, seorang perwira komandan telah ditegur dan seorang wakil komandan diberhentikan.
“Pemeriksaan tersebut mengidentifikasi beberapa kegagalan profesional, pelanggaran perintah, dan kegagalan untuk melaporkan insiden tersebut secara lengkap,” kata militer dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, yang dilansir Reuters, Senin (21/4/2025).
“Pemeriksaan tersebut menetapkan bahwa penembakan pada dua insiden pertama disebabkan oleh kesalahpahaman operasional oleh pasukan, yang meyakini bahwa mereka menghadapi ancaman nyata dari pasukan musuh. Insiden ketiga melibatkan pelanggaran perintah selama pertempuran,” imbuh pernyataan tersebut.
Militer Israel mengatakan wakil komandan telah memerintahkan pasukan untuk menembaki orang-orang yang keluar dari kendaraan yang kemudian diketahui sebagai truk pemadam kebakaran dan beberapa ambulans.
Satu jam sebelumnya, kata militer Israel, para tentara Israel telah menembaki kendaraan lain yang mereka yakini milik Hamas dan wakil komandan tersebut merasa ada ancaman.
“Pemeriksaan tersebut mengidentifikasi beberapa kegagalan profesional, pelanggaran perintah, dan kegagalan untuk melaporkan insiden tersebut secara lengkap,” kata militer dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, yang dilansir Reuters, Senin (21/4/2025).
“Pemeriksaan tersebut menetapkan bahwa penembakan pada dua insiden pertama disebabkan oleh kesalahpahaman operasional oleh pasukan, yang meyakini bahwa mereka menghadapi ancaman nyata dari pasukan musuh. Insiden ketiga melibatkan pelanggaran perintah selama pertempuran,” imbuh pernyataan tersebut.
Militer Israel mengatakan wakil komandan telah memerintahkan pasukan untuk menembaki orang-orang yang keluar dari kendaraan yang kemudian diketahui sebagai truk pemadam kebakaran dan beberapa ambulans.
Satu jam sebelumnya, kata militer Israel, para tentara Israel telah menembaki kendaraan lain yang mereka yakini milik Hamas dan wakil komandan tersebut merasa ada ancaman.
Lihat Juga :