4 Alasan Politikus Muslim Minta Umat Islam di Inggris Berpolitik demi Selamatkan Generasi Mendatang

Minggu, 20 April 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
"Saya pendukung besar Ukraina," katanya. “Tetapi saya mempertanyakan mengapa, setelah lebih dari 50.000 orang di Gaza terbunuh … pemerintah Barat tidak (ada di sana) untuk mendukung anak-anak yang telah dibantai.”

“Satu-satunya kesimpulan yang dapat saya buat adalah karena mereka tidak berambut pirang atau bermata biru — dan karena mereka Muslim, dan karena itu darah Muslim, darah Palestina, darah Arab — saya khawatir — murahan.”

Shah mengatakan standar ganda ini terbukti selama kampanye pemilihan umum Inggris tahun lalu.

“Ini sangat, sangat mencolok,” katanya.

“Sudah sepantasnya kita mendukung Ukraina. Sudah sepantasnya juga kita mendukung Palestina … Kita tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut.”

4. Erosi Hukum Internasional dan Kembalinya Trump

Yousaf mengatakan kegagalan menegakkan hukum internasional di Gaza berbahaya.

“Kita berada di titik paling kritis bagi hukum internasional,” ia memperingatkan. “Kita, sebagai komunitas internasional, harus menuntut penegakan hukum internasional, jika tidak seluruh tatanan berbasis aturan akan runtuh sepenuhnya — dan itu adalah anarki bagi semua orang.”

Ia mengatakan lembaga global seperti Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tampak “tidak berdaya untuk menghentikan Israel,” merujuk pada kurangnya tindakan nyata untuk mengekang serangan Tel Aviv di daerah kantong Palestina di Gaza.

Saat Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih, Yousaf mendesak umat Muslim untuk berorganisasi dan bersiap.

“Kita punya seseorang di sana yang, saya khawatir, bersimpati dengan mereka yang menyerang umat Muslim — seperti Elon Musk, salah satu pendukung terbesarnya,” katanya, seraya mencatat bahwa miliarder teknologi dan sekutu dekat Trump itu “secara teratur memperkuat disinformasi tentang umat Muslim.”

Namun, Yousaf melihat peluang dalam pemilihan AS berikutnya.

“Kepada siapa komunitas Muslim berinvestasi … untuk memastikan bahwa dalam waktu empat tahun, dalam pemilihan umum AS, mereka memiliki kandidat yang memahami ketakutan komunitas Muslim?” tanyanya.

“Jika kita tidak mengorganisasi, memobilisasi, bekerja secara terpadu, maka kita akan memiliki Trump 2.0 yang akan memperburuk keadaan bagi umat Muslim — tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi kita akan memiliki hak yang sama di seluruh dunia Barat.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved