189 Aktivis Diadili di Turki karena Menentang Erdogan

Sabtu, 19 April 2025 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Seorang mahasiswa Universitas Istanbul, yang ditangkap karena ikut serta dalam protes di distrik Sarachane di Istanbul dan menghabiskan 20 hari di penjara, mengatakan kepada BBC Turki: "Saya berharap mereka akan segera melupakan rasa malu ini dan memutuskan hari ini untuk membebaskan semua orang."

Seorang mahasiswa tahun kedua dari Universitas Mimar Sinan, yang sidangnya dijadwalkan, mengatakan: "Kami tidak takut, kami bukanlah orang-orang yang seharusnya takut."

Menurut informasi yang diberikan kepada BBC Turki oleh Parents Solidarity Network (PSN), yang didirikan oleh keluarga siswa, sebagian besar dari mereka yang ditangkap setelah 19 Maret telah dibebaskan dalam beberapa hari terakhir, tetapi sekitar 50 siswa masih ditahan.

Sebelum sidang dimulai pada hari Jumat, anggota PSN Avni Gündoğan mengatakan: "Anak-anak kami terlibat dalam tindakan yang demokratis, damai, dan sah, mereka berjuang agar negara ini menjadi negara yang bebas dan demokratis."

Ayah dari Yağmur Gündoğan, yang ditangkap, dibawa ke Penjara Silivri, dan dibebaskan baru-baru ini, mengatakan: "Kami telah mendukung anak-anak kami dan akan terus melakukannya.

"Sidang pertama dimulai hari ini. Kami menginginkan keadilan dan pengadilan yang adil bagi anak-anak kami."

Para jurnalis - termasuk reporter kantor berita AFP Prancis Yasin Akgül - juga ditahan atas tuduhan "berpartisipasi dalam pertemuan tanpa senjata dan pawai melawan hukum dan tidak membubarkan diri meskipun sudah ada peringatan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved