Kamala Harris Mengaku Tak Percaya Perkataan Trump Soal Vaksin Covid-19
Minggu, 06 September 2020 - 10:02 WIB
loading...
Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris mengatakan dia tidak akan menerima mentah-mentah kata-kata Presiden AS, Donald Trump tentang vaksin Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Calon Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Kamala Harris mengatakan dia tidak akan menerima mentah-mentah kata-kata Presiden AS, Donald Trump tentang vaksin Covid-19 . Kamala mengatakan Trump kadang-kadang berbicara tidak sesuai fakta yang ada.
Dalam wawancara dengan CNN, Kamala mengatakan Trump memiliki rekam jejak untuk menekan pendapat ahli tentang pandemi virus Corona dan bahwa dia khawatir itu mungkin terjadi lagi dalam kasus vaksin prospektif.
"Saya tidak akan mempercayai Donald Trump. Saya akan yakin akan kemanjuran vaksin hanya jika seseorang yang kredibel juga menjaminnya. Saya tidak akan mempercayai kata-katanya (Trump) begitu saja" kata Kamala dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Minggu (6/9/2020). ( Baca juga: Pesan Vaksin Covid-19, Menko Airlangga Bayar Uang Muka Rp3,3 Triliun )
Kamala, dalam wawancara tersebut mengataka bahwa Trump mungkin menggunakan vaksin, tidak peduli seberapa belum teruji, untuk memoles citranya demi terpilih kembali dalam pemilihan presiden.
"Dia sedang melihat pemilihan yang akan datang dalam waktu kurang dari 60 hari dan dia memahami apa pun yang dia bisa untuk berpura-pura agar dia terlihat bisa menjadi pemimpin dalam masalah ini, padahal sebenarnya tidak," katanya.
Pernyataan Kamala datang ketika beberapa perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin sedang bekerja dengan janji bersama untuk tidak meminta persetujuan pemerintah untuk mendistribusikan vaksin, sampai benar-benar terbukti aman dan efektif. ( Baca juga: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Mencapai 40% )
Dalam wawancara dengan CNN, Kamala mengatakan Trump memiliki rekam jejak untuk menekan pendapat ahli tentang pandemi virus Corona dan bahwa dia khawatir itu mungkin terjadi lagi dalam kasus vaksin prospektif.
"Saya tidak akan mempercayai Donald Trump. Saya akan yakin akan kemanjuran vaksin hanya jika seseorang yang kredibel juga menjaminnya. Saya tidak akan mempercayai kata-katanya (Trump) begitu saja" kata Kamala dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Minggu (6/9/2020). ( Baca juga: Pesan Vaksin Covid-19, Menko Airlangga Bayar Uang Muka Rp3,3 Triliun )
Kamala, dalam wawancara tersebut mengataka bahwa Trump mungkin menggunakan vaksin, tidak peduli seberapa belum teruji, untuk memoles citranya demi terpilih kembali dalam pemilihan presiden.
"Dia sedang melihat pemilihan yang akan datang dalam waktu kurang dari 60 hari dan dia memahami apa pun yang dia bisa untuk berpura-pura agar dia terlihat bisa menjadi pemimpin dalam masalah ini, padahal sebenarnya tidak," katanya.
Pernyataan Kamala datang ketika beberapa perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin sedang bekerja dengan janji bersama untuk tidak meminta persetujuan pemerintah untuk mendistribusikan vaksin, sampai benar-benar terbukti aman dan efektif. ( Baca juga: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Mencapai 40% )
(esn)
Lihat Juga :