Israel Bersiap Menyerang dengan Bom Canggih, Seberapa Kuat Pertahanan Udara Iran?

Jum'at, 18 April 2025 - 14:44 WIB
loading...
A A A
“Sistem pertahanan udara Iran adalah sistem berlapis dengan beberapa sistem, setidaknya secara teori, yang dikoordinasikan untuk menghadapi beberapa target dengan ukuran berbeda, yang beroperasi pada ketinggian dan jangkauan berbeda,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Devine, selalu ada beberapa kapasitas untuk mengintegrasikan komando dan kendali di berbagai sistem.

“Juga, dari apa yang saya baca, S-300 dapat terhubung dengan jenis sistem lain yang digunakan Iran, khususnya komponen yang juga buatan Rusia, tetapi juga beberapa sistem dalam negeri,” katanya.

“Karena Bavar-373 dan S-300 akan digunakan oleh Iran untuk mencegat target di ketinggian tinggi, sistem yang terdiri dari keduanya dapat disatukan untuk mengisi peran itu dalam jaringan pertahanan udara Iran yang sebelumnya hanya dimainkan oleh S-300,” imbuh pakar tersebut.

“Jika sistem terintegrasi itu hanya sekadar aksi publisitas, yang sangat mungkin terjadi, S-373 akan ditugaskan untuk melakukan pekerjaan itu sendiri," paparnya.

Borsari menunjuk pada latihan militer di mana pasukan Iran "secara efektif menggunakan kedua sistem" dalam sebuah demonstrasi koordinasi operasional, yang menunjukkan bahwa Teheran bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dengan mengembangkan "jaringan pertahanan hibrida" daripada hanya mengandalkan teknologi Rusia.

"Namun, saya juga melihat skeptisisme mengenai apakah integrasi tersebut secara signifikan meningkatkan kapasitas Iran untuk mengatasi ancaman udara modern," katanya.

"Meskipun Bavar-373 telah dibanggakan memiliki kemampuan yang setara dengan sistem canggih seperti S-300, penilaian independen sering menunjukkan sebaliknya. Jadi, dalam hal ini, saya tetap berhati-hati berdasarkan bukti terpisah yang kami miliki," katanya.

Devine juga skeptis. Dia mempertanyakan seberapa baik sistem terintegrasi ini akan bekerja dalam kondisi dunia nyata dibandingkan dengan latihan yang terkendali.

“Iran mengumumkan upgrade Bavar-373 pada musim gugur tahun lalu dan sekali lagi pada bulan Februari, tetapi kemampuan aktualnya tidak pasti,” katanya.

“Saya ragu peningkatan pada bulan Februari akan cukup untuk menutup lubang yang terlihat pada pertahanan udara Iran tahun lalu.”

Iran mengeklaim Bavar-373 memiliki jangkauan tembak hingga 186 mil. Namun, hal itu belum terbukti dalam pertempuran hingga saat ini, dan juga tidak jelas bagaimana sistem buatan Iran tersebut akan bertahan terhadap rudal balistik musuh.

Israel menggunakan sejumlah rudal balistik yang diluncurkan dari udara baik dalam serangan besar-besaran pada bulan Oktober maupun dalam satu serangan kecil pada bulan April.

“Secara umum, keadaan pertahanan udara Iran saat ini, terutama Bavar-373 yang dipadukan dengan sistem lain, memang mempersulit potensi operasi militer Israel atau gabungan AS-Israel yang ditujukan ke fasilitas nuklir Teheran,” kata Borsari.

“Terlepas dari keraguan seputar efektivitas Bavar-373, hibridisasinya dengan sistem lama seperti S-300 dapat memberi Iran pertahanan berlapis yang dapat menciptakan tantangan operasional bagi kekuatan penyerang mana pun.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Jadi Target Pembunuhan,...
Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Rekomendasi
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
Weizmann Institute,...
Weizmann Institute, Lab Senjata Canggih Israel Hancur Dirudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved