Spesifikasi Taurus, Rudal Canggih Jerman yang Bakal Dikerahkan ke Ukraina untuk Melawan Rusia

Jum'at, 18 April 2025 - 13:39 WIB
loading...
Spesifikasi Taurus,...
Rudal canggih Taurus, senjata jarak jauh yang akan dikerahkan Jerman ke Kyiv untuk membantu Ukraina melawan Rusia. Foto/MBDA/deutschland.de
A A A
JAKARTA - Kanselir baru Jerman yang segera berkuasa, Friedrich Merz, menyatakan Berlin siap mengirim rudal canggih Taurus ke Ukraina sebagai bagian dari upaya untuk membantu Kyiv meraih momentum melawan Rusia.

Merz menegaskan bahwa dia tetap pada seruannya di masa lalu untuk memberikan senjata jarak jauh kepada militer Ukraina.

Seruan tersebut bertentangan dengan kebijakan pemimpin Jerman saat ini Olaf Scholz, yang menolak memberikan rudal tersebut kepada Ukraina—yang khawatir langkah seperti itu akan menyeret Jerman dalam perang Moskow-Kyiv.

Baca Juga: Rusia: Jerman Terlibat Perang Jika Ukraina Gunakan Rudal Taurus!

Kendati demikian, Merz menekankan bahwa pengiriman rudal tersebut hanya akan dilakukan setelah konsultasi dengan sekutu Jerman di Eropa.

"Itu harus dikoordinasikan. Dan jika disetujui, maka Jerman harus berpartisipasi," kata Merz, yang merupakan pemimpin Uni Demokratik Kristen (CDU).

Dalam lanskap senjata presisi modern, Taurus KEPD 350 (Target Adaptive Unitary and Dispenser Robotic Universal System) muncul sebagai salah satu rudal jelajah paling canggih di dunia.

Dikembangkan oleh Taurus Systems GmbH, perusahaan patungan antara MBDA Deutschland dan Saab Dynamics, rudal ini dirancang untuk penetrasi jauh ke dalam wilayah musuh—menghancurkan target bernilai tinggi dengan akurasi milimetrik.

Spesifikasi Rudal Taurus KEPD 350 Jerman

Spesifikasi Detail

♦Jenis: Rudal jelajah udara-ke-darat jarak jauh
♦Negara Pembuat: Jerman–Swedia (oleh perusahaan patungan Taurus Systems GmbH)
♦Panjang: 5,1 meter
♦Diameter: 1 meter
♦Bobot peluncuran: 1.400 kg
♦Hulu ledak: Mephisto (Multi-Effect Penetrator, Highly Sophisticated and Target Optimized) seberat 481 kg
♦Jarak jangkau: Diperkirakan hingga 600 km
♦Sistem navigasi: INS/GPS/Terrain Reference Navigation (TRN)/ Imaging Infrared (IIR) seeker
♦Kecepatan: Subsonik (Mach 0.8-0.95)
♦Platform peluncur: Pesawat tempur (Eurofighter Typhoon, Tornado IDS, F-15K, dan lain-lain)

Kemampuan dan Teknologi Unggulan

♦Hulu Ledak Canggih (Mephisto)
Dirancang untuk menghancurkan bunker dan fasilitas bawah tanah menggunakan ledakan penetratif dua tahap (dual warhead).

♦Sistem Navigasi Multi-Mode
Kombinasi INS, GPS, dan Terrain Contour Matching (Tercom), membuat Taurus sangat sulit dijatuhkan atau dibelokkan oleh sistem pertahanan elektronik musuh.

♦Kemampuan Lo-Lo-Hi Flight Profile
Mampu terbang rendah mengikuti kontur tanah (terrain-hugging) untuk menghindari radar, sebelum naik ke ketinggian untuk fase akhir penyerangan.

♦Autonomous Target Recognition
Taurus dapat secara otomatis mengenali dan memilih target berdasarkan gambar referensi yang disimpan sebelumnya.

Penggunaan Operasional dan Negara Pengguna

♦Jerman: Dioperasikan oleh Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) sejak 2005, dengan integrasi pada pesawat Tornado IDS dan kini pada Eurofighter Typhoon.

♦Korea Selatan: Membeli Taurus untuk armada F-15K Slam Eagle, dengan modifikasi sesuai kebutuhan operasional regional.

♦Spanyol: Mengoperasikannya melalui jet tempur EF-18 Hornet.

Taurus banyak dipertimbangkan untuk ekspor, termasuk ke Ukraina, meskipun hingga 2024 belum disetujui oleh pemerintah Jerman karena sensitivitas eskalasi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved