Spesifikasi Tupolev Tu-95, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia yang Disebut Akan Dikerahkan ke Indonesia

Jum'at, 18 April 2025 - 13:30 WIB
loading...
Spesifikasi Tupolev...
Tupolev Tu-95, pesawat pengebom nuklir Rusia yang disebut-sebut akan dikerahkan ke Indonesia. Pemerintah Indonesia telah membantah. Foto/Simple Flying
A A A
JAKARTA - Situs pertahanan Janes melaporkan bahwa Rusia meminta Indonesia untuk menggunakan pangkalan militer di Biak, Papua, sebagai markas pesawat militernya.

Laporan itu juga menyebutkan pesawat Tupolev Tu-95 sebagai salah satu yang berpotensi untuk dikerahkan.

Rusia tidak berkomentar. Sedangkan Indonesia menepis laporan tersebut, di mana Kementerian Pertahanan menegaskan tidak ada permintaan seperti itu dari Moskow dan tidak akan mengizinkan kekuatan militer asing beroperasi di Indonesia.

Meski demikian, laporan tersebut telah membuat Australia gusar. Sebab, Biak merupakan wilayah yang dekat dengan negara tetangga Indonesia tersebut.

Baca Juga: Pakar Ungkap Alasan Mengapa Putin Inginkan Pangkalan Militer Indonesia, Ada Kaitannya dengan AS

Tupolev Tu-95 adalah pesawat pengebom strategis bermesin baling-baling dari era Perang Dingin dan masih menjadi kekuatan penting dalam arsenal strategis Rusia.

Dijuluki Bear oleh NATO, Tu-95 merupakan simbol daya jangkau nuklir Moskow sekaligus ikon rekayasa udara yang unik karena penggunaan mesin turboprop pada pesawat pengebom jarak jauh.

Spesifikasi Tupolev Tu-95

Spesifikasi Umum

♦Jenis: Pengebom strategis jarak jauh
♦Produsen: Tupolev Design Bureau
♦Penerbangan Perdana: 12 November 1952
♦Pengoperasian: Sejak 1956 hingga sekarang
♦Panjang: 46,2 meter
♦Lebar sayap: 50,1 meter
♦Tinggi: 12,12 meter
♦Berat lepas landas maksimum (MTOW): 188.000 kg
♦Mesin: 4 × Kuznetsov NK-12M turboprop (masing-masing dengan dua baling-baling kontra-rotasi)
♦Kecepatan maksimum: 925 km/jam
♦Jarak jelajah maksimum: 15.000 km (dengan bahan bakar penuh dan kecepatan ekonomis)
♦Ketinggian operasi maksimum: 13,716 meter
♦Kru: 7 orang
♦Persenjataan: Bom konvensional maupun nuklir, rudal jelajah Kh-55 (AS-15 Kent) atau Kh-101, dan meriam tail gun (biasanya kaliber 23 mm)

Ciri Khas Desain

Tu-95 merupakan satu dari sedikit pesawat militer dengan mesin turboprop berkecepatan tinggi.

Mesin Kuznetsov NK-12 yang digunakannya adalah turboprop terkuat di dunia, menghasilkan suara sangat keras yang membuat pesawat ini mudah dikenali bahkan dari radar akustik.

Desain sayapnya menyilang (swept wing) dan penggunaan baling-baling kontra-rotasi memberikan efisiensi bahan bakar tinggi serta jangkauan operasional luar biasa—membuatnya ideal untuk misi lintas benua tanpa pengisian bahan bakar di udara.

Peran Operasional dan Modernisasi

Tu-95 berperan dalam misi: penangkalan nuklir strategis, patroli udara jarak jauh, hingga peluncuran rudal jelajah dari luar wilayah musuh.

Varian terbaru seperti Tu-95MSM telah dimodernisasi dengan avionik digital baru, sistem peperangan elektronik (electronic warfare), integrasi dengan rudal jelajah Kh-101/102, serta tampilan radar dan komunikasi yang kompatibel dengan era perang elektronik modern.

Rusia masih mempertahankan Tu-95 karena daya jangkau, kemampuan membawa rudal, dan biaya operasionalnya yang jauh lebih murah dibanding bomber siluman seperti Tu-160.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Berita Terkini
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved