Rusia: Jerman Terlibat Perang Jika Ukraina Gunakan Rudal Taurus!
Jum'at, 18 April 2025 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Kanselir Jerman saat ini, Olaf Scholz, telah berulang kali menolak permintaan Kyiv untuk rudal tersebut, dengan alasan kekhawatiran akan eskalasi konflik.
Berbicara dalam jumpa pers pada hari Kamis, Zakharova mengatakan bahwa meskipun rudal tersebut akan ditransfer ke Ukraina, senjata itu akan tetap dikendalikan oleh Jerman, yang berarti bahwa Berlin akan berpartisipasi langsung dalam konflik.
"Karena penembakan langsung rudal jelajah ini tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan langsung dari prajurit Bundeswehr, serangan terhadap fasilitas Rusia, infrastruktur transportasi penting...semua ini akan dianggap sebagai partisipasi langsung Jerman dalam operasi militer," kata Zakharova, seperti dikutip dari RT, Jumat (18/4/2025).
Awal minggu ini, dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Merz menyatakan bahwa dia dapat memasok rudal Taurus ke Kyiv dan menghindari intervensi langsung dalam perang Rusia-Ukraina.
"Pasukan Ukraina harus menggunakan rudal tersebut untuk menghancurkan hubungan darat terpenting antara Rusia dan Crimea," seru Merz, yang tampaknya merujuk pada Jembatan Crimea.
Berbicara dalam jumpa pers pada hari Kamis, Zakharova mengatakan bahwa meskipun rudal tersebut akan ditransfer ke Ukraina, senjata itu akan tetap dikendalikan oleh Jerman, yang berarti bahwa Berlin akan berpartisipasi langsung dalam konflik.
"Karena penembakan langsung rudal jelajah ini tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan langsung dari prajurit Bundeswehr, serangan terhadap fasilitas Rusia, infrastruktur transportasi penting...semua ini akan dianggap sebagai partisipasi langsung Jerman dalam operasi militer," kata Zakharova, seperti dikutip dari RT, Jumat (18/4/2025).
Awal minggu ini, dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Merz menyatakan bahwa dia dapat memasok rudal Taurus ke Kyiv dan menghindari intervensi langsung dalam perang Rusia-Ukraina.
"Pasukan Ukraina harus menggunakan rudal tersebut untuk menghancurkan hubungan darat terpenting antara Rusia dan Crimea," seru Merz, yang tampaknya merujuk pada Jembatan Crimea.
Lihat Juga :