Krisis Litium di China Picu Kekhawatiran Global

Kamis, 17 April 2025 - 12:47 WIB
loading...
A A A
Sebagai produsen baterai litium terbesar di dunia, China memasok 70 persen pasar global, didorong oleh “ledakan” kendaraan listrik—dari beberapa juta pada 2019 menjadi lebih dari 20 juta pada tahun 2023.

Namun, lonjakan energi hijau ini menimbulkan biaya lingkungan yang tinggi. Seorang mantan jurnalis telah mendokumentasikan kerusakan ekologis yang parah akibat penambangan litium di provinsi-provinsi seperti Qinghai dan Tibet, termasuk sungai-sungai yang tercemar dan ekosistem yang hancur, yang sering kali ditutup-tutupi pemerintah setempat.

Dengan permintaan litium yang diproyeksikan meningkat 13 kali lipat pada 2040, strategi energi bersih China yang ambisius dapat menimbulkan harga yang tinggi—kecuali jika tindakan mendesak diambil untuk mengidentifikasi dan mengurangi polusi.

Kesehatan generasi mendatang dipertaruhkan, karena negara tersebut bergulat dengan konsekuensi tersembunyi dari masa depannya yang menggunakan litium.

Peningkatan tajam dalam kontaminasi litium di Beijing menghadirkan ancaman besar bagi kesehatan ibu dan bayi, dengan risiko neurologis dan perkembangan pada tingkat mengkhawatirkan.

Meski kekhawatiran ilmiah meningkat, kurangnya transparansi dan penekanan pemerintah telah membuat warga tidak menyadari krisis tersebut, sehingga memperdalam urgensi akuntabilitas lingkungan.

Misteri seputar sumber polusi yang tidak terdeteksi menimbulkan kekhawatiran bahwa kontaminasi dapat meluas ke seluruh negeri, diperburuk daur ulang baterai yang buruk dan praktik industri yang tidak terkendali.

Seiring dengan kemajuan ekonomi bertenaga litium di China, biaya ekologis dan manusia menuntut intervensi segera untuk mengidentifikasi dan mengurangi sumbernya.

Tanpa tindakan tegas, ambisi energi bersih negara tersebut dapat menimbulkan biaya yang tidak dapat diubah, membahayakan generasi mendatang dan keberlanjutan lingkungan jangka panjang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved