Uni Eropa Larang Calon Anggotanya Rayakan Kemenangan Perang Dunia II di Moskow
Selasa, 15 April 2025 - 17:12 WIB
loading...
A
A
A
Kallas mendesak para pemimpin negara anggota dan pejabat Uni Eropa untuk mengunjungi Kiev “sering mungkin, untuk benar-benar menunjukkan solidaritas kami dan bahwa kami bersama Ukraina.”
Menurut Euractiv, Perdana Menteri Slovakia Robert Fico saat ini adalah satu-satunya pemimpin negara Uni Eropa yang telah mengonfirmasi rencana untuk menghadiri perayaan di Moskow. “Wajar saja jika sebagai Perdana Menteri Republik Slowakia, saya sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam perayaan resmi kemenangan atas fasisme,” katanya tahun lalu.
Para pemimpin Serbia dan Armenia, yang keduanya merupakan negara kandidat Uni Eropa, juga telah mengindikasikan bahwa mereka akan hadir.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow pada tanggal 9 Mei.
Awal bulan ini, media Jerman melaporkan bahwa Berlin menyarankan lembaga-lembaga lokal untuk tidak mengundang pejabat Rusia atau Belarusia ke acara-acara peringatan Perang Dunia II. Moskow menanggapi dengan menyebut tindakan tersebut sebagai “penghinaan terang-terangan” terhadap kenangan para korban Nazi dan tentara Soviet yang gugur.
Menurut Euractiv, Perdana Menteri Slovakia Robert Fico saat ini adalah satu-satunya pemimpin negara Uni Eropa yang telah mengonfirmasi rencana untuk menghadiri perayaan di Moskow. “Wajar saja jika sebagai Perdana Menteri Republik Slowakia, saya sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam perayaan resmi kemenangan atas fasisme,” katanya tahun lalu.
Para pemimpin Serbia dan Armenia, yang keduanya merupakan negara kandidat Uni Eropa, juga telah mengindikasikan bahwa mereka akan hadir.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow pada tanggal 9 Mei.
Awal bulan ini, media Jerman melaporkan bahwa Berlin menyarankan lembaga-lembaga lokal untuk tidak mengundang pejabat Rusia atau Belarusia ke acara-acara peringatan Perang Dunia II. Moskow menanggapi dengan menyebut tindakan tersebut sebagai “penghinaan terang-terangan” terhadap kenangan para korban Nazi dan tentara Soviet yang gugur.
(ahm)
Lihat Juga :