AS Kembali Tangkap Mahasiswa Pro-Palestina, Namanya Mohsen Mahdawi
Selasa, 15 April 2025 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Keterlibatan Mohnsen Mahdawi dalam Aktivisme Mahasiswa
Mahasiswa ini mendirikan "Dar: Perkumpulan Mahasiswa Palestina di Universitas Columbia" bersama Mahmoud Khalil. Petisi pengacaranya menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk “merayakan budaya, sejarah, dan identitas Palestina.”
Mahdawi juga berperan penting dalam pembentukan Columbia University Apartheid Divest, sebuah koalisi yang tidak hanya memimpin protes pro-Palestina di kampus, tetapi juga mendesak universitas untuk memutus hubungan dengan Israel.
Selain itu, dia menjabat sebagai presiden Columbia University Buddhist Association selama dua tahun.
Pada bulan Desember 2023, dia tampil dalam sebuah wawancara dengan "60 Minutes", di mana dia menekankan, “Motivasi saya sekarang muncul dari cinta, bukan dari kemarahan, bukan dari kebencian.”
Temannya; Mikey Baratz, yang merupakan seorang Yahudi dan lahir serta dibesarkan di Israel hingga usia 12 tahun, mengatakan kepada New York Times, "Ini orang Palestina. Saya orang Israel. Orang-orang kami sedang berperang. Dan kesediaannya untuk benar-benar mendengar dan secara aktif belajar serta memahami pengalaman Israel—maksud saya, saya belum pernah bertemu orang yang begitu cepat bersedia menerima masukan."
Baratz juga mengatakan bahwa Mahdawi menghubunginya enam bulan karena dia ingin bertemu dengan mahasiswa Israel di universitas tersebut dan mendengar cerita dari sudut pandangnya.
Senator Vermont Bernie Sanders, Peter Welch, Becca Balint telah mengecam penangkapannya, menyebutnya "tidak bermoral, tidak manusiawi, dan ilegal."
Dalam pernyataan bersama, mereka menambahkan, “Mahdawi, seorang penduduk sah Amerika Serikat, harus diberikan proses hukum yang semestinya dan segera dibebaskan dari tahanan.”
Mahasiswa ini mendirikan "Dar: Perkumpulan Mahasiswa Palestina di Universitas Columbia" bersama Mahmoud Khalil. Petisi pengacaranya menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk “merayakan budaya, sejarah, dan identitas Palestina.”
Mahdawi juga berperan penting dalam pembentukan Columbia University Apartheid Divest, sebuah koalisi yang tidak hanya memimpin protes pro-Palestina di kampus, tetapi juga mendesak universitas untuk memutus hubungan dengan Israel.
Selain itu, dia menjabat sebagai presiden Columbia University Buddhist Association selama dua tahun.
Pada bulan Desember 2023, dia tampil dalam sebuah wawancara dengan "60 Minutes", di mana dia menekankan, “Motivasi saya sekarang muncul dari cinta, bukan dari kemarahan, bukan dari kebencian.”
Temannya; Mikey Baratz, yang merupakan seorang Yahudi dan lahir serta dibesarkan di Israel hingga usia 12 tahun, mengatakan kepada New York Times, "Ini orang Palestina. Saya orang Israel. Orang-orang kami sedang berperang. Dan kesediaannya untuk benar-benar mendengar dan secara aktif belajar serta memahami pengalaman Israel—maksud saya, saya belum pernah bertemu orang yang begitu cepat bersedia menerima masukan."
Baratz juga mengatakan bahwa Mahdawi menghubunginya enam bulan karena dia ingin bertemu dengan mahasiswa Israel di universitas tersebut dan mendengar cerita dari sudut pandangnya.
Senator Vermont Bernie Sanders, Peter Welch, Becca Balint telah mengecam penangkapannya, menyebutnya "tidak bermoral, tidak manusiawi, dan ilegal."
Dalam pernyataan bersama, mereka menambahkan, “Mahdawi, seorang penduduk sah Amerika Serikat, harus diberikan proses hukum yang semestinya dan segera dibebaskan dari tahanan.”
(mas)
Lihat Juga :