Hamas Sudah Muak dengan Kecaman dan Kutukan yang Malu-malu dari Negara Muslim dan Arab terhadap Genosida di Gaza

Kamis, 10 April 2025 - 21:50 WIB
loading...
A A A
Sejarah, kata gerakan perlawanan, akan meminta pertanggungjawaban semua orang yang tetap diam dan berkolusi dengan para penjahat perang Zionis.

Gerakan ini menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk melaksanakan tanggung jawab historis dan kemanusiaan mereka dan untuk memberikan segala tekanan yang mungkin kepada negara pendudukan dan para pendukungnya di Washington untuk segera menghentikan agresi, mencabut pengepungan dan meminta pertanggungjawaban para "penjahat perang" atas kejahatan mereka.

Lebih jauh, Hamas menyerukan kepada negara-negara yang masih menjalin hubungan dengan negara pendudukan Zionis untuk memutuskan hubungan dan menutup kedutaan besar "entitas Nazi" sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina, yang sedang menjadi sasaran "perang brutal Zionis yang bertujuan untuk menghancurkan".

Gerakan ini juga menyerukan kepada massa di negara-negara Arab dan Islam serta orang-orang bebas di dunia untuk melanjutkan dukungan mereka terhadap Gaza, dan bahkan meningkatkan dan mengintensifkannya hingga Genosida Gaza berakhir.

Sementara itu, Sumber medis di Gaza mengungkapkan 17 warga Palestina telah tewas dalam serangan udara Israel.

Sumber tersebut melaporkan kepada Al Jazeera bahwa 45 warga Palestina tewas, termasuk 35 orang dalam pengeboman sebuah rumah di Jalan Baghdad di lingkungan Shujayea, di timur Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan serangan Israel telah menewaskan 1.523 orang dan 3.834 orang terluka di wilayah tersebut sejak Israel memutuskan gencatan senjata dengan Hamas pada 18 Maret 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Penghadangan Kapal Bantuan...
Penghadangan Kapal Bantuan Gaza Sebagai Pembajakan Filantropi Global, PFI Desak Pemerintah Bertindak
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved