Adik Kim Jong-un: Tak Peduli dengan AS, Status Korut Negara Bersenjata Nuklir Tak Bisa Dibatalkan

Rabu, 09 April 2025 - 12:01 WIB
loading...
Adik Kim Jong-un: Tak...
Kim Yo-jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tegaskan status negaranya yang bersenjata nuklir tidak akan pernah bisa dibatalkan. Foto/via The Vibes
A A A
PYONGYANG - Status Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) sebagai negara bersenjata nuklir tidak akan pernah bisa dibatalkan, tidak peduli seberapa besar tuntutan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Asia. Demikian disampaikan Kim Yo-jong, adik pemimpin DPRK Kim Jong-un.

DPRK adalah nama resmi dari negara Korea Utara (Korut).

Komentar perempuan yang dianggap sebagai orang terkuat nomor dua Korut itu disampaikan pada Selasa dan dipublikasikan kantor berita negara setempat, KCNA, pada Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Korea Utara Membangun Kapal Selam Nuklir, Momok Baru bagi AS dan Sekutunya

Komentar Kim Yo-jong kemungkinan merupakan respons terhadap pernyataan bersama oleh menteri luar negeri Republik Korea atau Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Amerika Serikat yang dibuat di sela-sela pertemuan NATO minggu lalu.

Ketiga menteri luar negeri tersebut menegaskan kembali "komitmen untuk denuklirisasi lengkap" DPRK, menurut pernyataan bersama tersebut.

"Posisi Pyongyang sebagai negara bersenjata nuklir, bersama dengan pencegah nuklirnya yang substansial dan sangat kuat, merupakan hasil dari ancaman permusuhan dari luar dan tidak berubah tidak peduli seberapa kerasnya orang menyangkal," kata Kim Yo-jong, menurut KCNA.

"Kami tidak peduli dengan penyangkalan dan pengakuan siapa pun dan kami tidak pernah mengubah pilihan kami," katanya lagi.

"Ini adalah pilihan teguh kami yang tidak akan pernah bisa dibatalkan oleh kekuatan fisik atau tipu daya licik apa pun."

DPRK telah mengembangkan senjata nuklir meskipun ada sanksi dari Dewan Keamanan PBB selama bertahun-tahun sejak pertama kali melakukan uji coba peledakan nuklir bawah tanah pada tahun 2006. Meski demikian, Pyongyang belum melakukan uji coba nuklir atmosfer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved