Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS

Selasa, 08 April 2025 - 15:59 WIB
loading...
Oman bisa Jadi Penengah...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Foto/irna
A A A
TEHERAN - Oman dapat memainkan peran kunci dalam kelanjutan perundingan nuklir Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya.

Berbicara dalam konferensi pers di ibu kota Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perkembangan potensi dimulainya kembali perundingan pemerintah Iran dengan AS mengenai pembatasan persenjataan nuklir.

Menyusul surat Presiden AS Donald Trump kepada Iran yang disampaikan melalui Uni Emirat Arab (UEA) pada 5 Maret, yang menuntut Teheran mencapai perjanjian nuklir baru dan mengancam tindakan militer jika gagal melakukannya, Iran menanggapi pemerintahan Trump dengan mengatakan tindakan tersebut akan ditanggapi dengan "balasan tegas".

Sejak itu, Washington bersikeras melakukan perundingan langsung dengan Teheran untuk mencapai perjanjian baru, tetapi pemerintah Iran sejauh ini menolak permintaan tersebut dan sebaliknya menyerukan perundingan tidak langsung melalui negara mediasi Arab.

Menurut Baghaei, negara yang dimaksud kemungkinan adalah Oman, negara Teluk yang menjadi jalur Iran menanggapi surat Trump bulan lalu.

“Tawaran Iran untuk memulai perundingan tidak langsung merupakan tawaran yang murah hati, bertanggung jawab, dan bijaksana secara politik,” ujar juru bicara tersebut, seraya menyoroti baik Oman maupun kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa telah memainkan peran kunci dalam perundingan nuklir sebelumnya.

“Jika proses semacam itu dimulai, Oman akan menjadi salah satu kandidat utama untuk tugas ini,” imbuh dia.

Baca juga: Siapa Monther Abed? Satu-satunya Korban Selamat Pembantaian Paramedis di Rafah oleh Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved