Para Ulama Keluarkan Fatwa Jihad Melawan Israel saat Gaza Hendak Dimusnahkan
Sabtu, 05 April 2025 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Jurnalis Mohammed Abu Mostafa mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap komunitas internasional dalam beberapa unggahan, dengan menulis, “Selamat tinggal kepada komunitas paling pengkhianat dalam sejarah. Dalam beberapa jam, Gaza akan terhapus. Anda hanya akan menemukan kami di surga.”
Sementara itu, aktivis dan jurnalis Palestina Aboud Battah mendesak orang-orang untuk berbicara tentang Gaza, dengan menulis, "Bicaralah tentang kami. Demi Tuhan, kami sedang dimusnahkan dalam diam."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji mengintensifkan serangan untuk menekan Hamas agar memberikan konsesi lebih lanjut.
"Kami sekarang membagi Jalur Gaza dan kami meningkatkan tekanan selangkah demi selangkah sehingga mereka akan menyerahkan sandera kami," ujar Netanyahu dalam pesan video pada hari Rabu.
Netanyahu ingin Hamas membebaskan 59 tawanan Israel yang tersisa dengan imbalan tahanan Palestina dan bantuan, tetapi tanpa Israel berkomitmen mengakhiri perang atau menarik pasukan.
Untuk kesepakatan gencatan senjata terakhir, Netanyahu bersikeras Hamas harus melucuti senjata, tuntutan yang disebut kelompok itu sebagai "garis merah", dan secara terbuka mendukung rencana Israel merebut kendali keamanan Gaza dan mengusir warga Palestina.
Hamas menyerukan kembalinya kerangka gencatan senjata tiga tahap yang disepakati sebelumnya dan telah menawarkan membebaskan semua tawanan sekaligus dengan imbalan gencatan senjata permanen.
Baca juga: Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
Sementara itu, aktivis dan jurnalis Palestina Aboud Battah mendesak orang-orang untuk berbicara tentang Gaza, dengan menulis, "Bicaralah tentang kami. Demi Tuhan, kami sedang dimusnahkan dalam diam."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji mengintensifkan serangan untuk menekan Hamas agar memberikan konsesi lebih lanjut.
"Kami sekarang membagi Jalur Gaza dan kami meningkatkan tekanan selangkah demi selangkah sehingga mereka akan menyerahkan sandera kami," ujar Netanyahu dalam pesan video pada hari Rabu.
Netanyahu ingin Hamas membebaskan 59 tawanan Israel yang tersisa dengan imbalan tahanan Palestina dan bantuan, tetapi tanpa Israel berkomitmen mengakhiri perang atau menarik pasukan.
Untuk kesepakatan gencatan senjata terakhir, Netanyahu bersikeras Hamas harus melucuti senjata, tuntutan yang disebut kelompok itu sebagai "garis merah", dan secara terbuka mendukung rencana Israel merebut kendali keamanan Gaza dan mengusir warga Palestina.
Hamas menyerukan kembalinya kerangka gencatan senjata tiga tahap yang disepakati sebelumnya dan telah menawarkan membebaskan semua tawanan sekaligus dengan imbalan gencatan senjata permanen.
Baca juga: Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
(sya)
Lihat Juga :