Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia

Sabtu, 05 April 2025 - 07:35 WIB
loading...
Lawan Trump, Kanada...
Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney. Foto/tasnim
A A A
OTTAWA - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengecam tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan menyatakan Ottawa siap menjadi pemimpin ekonomi global menggantikan Washington.

Dia menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Kamis saat ia mengungkap tindakan balasan atas tarif "timbal balik" yang diklaim Trump, yang mencakup tarif industri otomotif tambahan sebesar 25% untuk Kanada.

Ottawa menanggapi dengan mengenakan tarif untuk semua konten mobil dan kendaraan yang diimpor dari AS yang tidak mematuhi USMCA, pakta perdagangan bebas utama antara AS, Kanada, dan Meksiko.

Gelombang tarif baru yang luas mulai dari 10% hingga 49%, yang memengaruhi sebagian besar negara di dunia, diluncurkan Trump pada hari Rabu pada apa yang disebutnya "hari pembebasan" dalam upaya memperbaiki ketidakseimbangan impor-ekspor Amerika.

Carney mengatakan langkah tersebut pasti akan "menghancurkan ekonomi global," yang telah menjadi "sangat berbeda hari ini daripada kemarin."

"Sistem perdagangan global yang berlandaskan pada AS (adalah) sistem yang diandalkan Kanada sejak akhir Perang Dunia Kedua. Sistem yang, meskipun tidak sempurna, telah membantu mendatangkan kemakmuran bagi negara kita selama beberapa dekade telah berakhir. Hubungan lama kita yang tidak stabil dan semakin terintegrasi dengan AS telah berakhir," tegas perdana menteri itu.

Carney menggambarkan perkembangan tersebut sebagai "tragedi" yang telah menjadi "realitas baru," tetapi mengklaim Ottawa siap mengambil "kepemimpinan ekonomi global" alih-alih Washington.

"Kanada harus mencari tempat lain untuk memperluas perdagangan kita, membangun ekonomi kita, dan melindungi kedaulatan kita. Kanada siap mengambil peran kepemimpinan dalam membangun koalisi negara-negara yang berpikiran sama yang memiliki nilai-nilai yang sama," ujar dia.

Dia menambahkan, "Dan jika Amerika Serikat tidak lagi ingin memimpin, Kanada akan melakukannya."

Kanada telah menjadi salah satu target utama serangan Trump terhadap status quo perdagangan global, dengan presiden AS menuduh Washington telah "mensubsidi" Ottawa dalam jumlah sekitar USD200 miliar per tahun.

Cara terbaik untuk menyelesaikan perselisihan ekonomi mereka adalah dengan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 yang "disayangi" di AS, seperti yang telah disarankannya dalam beberapa kesempatan.

Meskipun para pemimpin Kanada dengan tegas menolak gagasan aneksasi, jajak pendapat menunjukkan gagasan itu juga sangat tidak populer di kalangan masyarakat.

Jajak pendapat YouGov baru-baru ini menunjukkan hingga 77% warga Kanada dengan tegas menentangnya, dan hanya sekitar 15% yang mendukung penggabungan dengan AS.

Baca juga: Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved