Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
Sabtu, 05 April 2025 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Krisis yang sedang berlangsung bagi tahanan Palestina
Menurut kelompok hak asasi Palestina, lebih dari 9.500 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel. Mereka menghadapi penyiksaan, perampasan makanan dan perawatan medis, dan kondisi kehidupan yang keras. Banyak dari mereka ditahan dalam penahanan administratif tanpa pengadilan atau dakwaan.
Dalam kasus Walid, kelompok hak asasi manusia berpendapat bahwa kondisi di mana ia meninggal mencerminkan pola pelanggaran Israel terhadap tahanan Palestina, khususnya anak di bawah umur.
Organisasi hak asasi manusia terus menyerukan intervensi internasional untuk mengakhiri penganiayaan sistematis dan memastikan akuntabilitas.
Tentara Israel melancarkan operasi udara mendadak di Jalur Gaza pada 18 Maret, menewaskan lebih dari 1.100 orang, melukai lebih dari 2.700 lainnya, dan melanggar gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan.
Lebih dari 50.500 warga Palestina telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan hampir 114.800 orang terluka dalam serangan militer Israel yang brutal di Gaza sejak Oktober 2023.
Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.
Menurut kelompok hak asasi Palestina, lebih dari 9.500 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel. Mereka menghadapi penyiksaan, perampasan makanan dan perawatan medis, dan kondisi kehidupan yang keras. Banyak dari mereka ditahan dalam penahanan administratif tanpa pengadilan atau dakwaan.
Dalam kasus Walid, kelompok hak asasi manusia berpendapat bahwa kondisi di mana ia meninggal mencerminkan pola pelanggaran Israel terhadap tahanan Palestina, khususnya anak di bawah umur.
Organisasi hak asasi manusia terus menyerukan intervensi internasional untuk mengakhiri penganiayaan sistematis dan memastikan akuntabilitas.
Tentara Israel melancarkan operasi udara mendadak di Jalur Gaza pada 18 Maret, menewaskan lebih dari 1.100 orang, melukai lebih dari 2.700 lainnya, dan melanggar gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan.
Lebih dari 50.500 warga Palestina telah tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan hampir 114.800 orang terluka dalam serangan militer Israel yang brutal di Gaza sejak Oktober 2023.
Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan November lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :