Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya
Jum'at, 04 April 2025 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah komite, yang ditunjuk oleh sultan, juga akan mengawasi pekerjaan para menteri dan pemerintah, serta auditor negara untuk memantau badan-badan publik.
Undang-undang tersebut juga menjamin "pemeliharaan kemerdekaan dan kedaulatan negara", yang menunjukkan bahwa Oman akan melanjutkan kebijakan netralitas dalam urusan luar negeri yang ditetapkan di bawah Sultan Qaboos.
Pada hari Senin, Bank Sentral Oman menerbitkan uang kertas baru dengan wajah Sultan Haitham.
Penerbitan uang kertas pecahan 20 rial, 10 rial, lima rial, satu rial, setengah rial, dan 100 baisa melengkapi serangkaian uang kertas baru yang dimulai dengan uang kertas peringatan 50 rial yang dirilis pada bulan Juli 2020.
Uang kertas pecahan 50 rial bergambar wajah mendiang Sultan Qaboos, sedangkan uang kertas pecahan 20, 10, dan lima rial bergambar penggantinya, Sultan Haitham.
Sultan Haitham telah membuat perubahan besar lainnya selama tahun pertamanya sebagai penguasa termasuk menunjuk menteri luar negeri baru yang menggantikan negarawan veteran Yussuf bin Alawi bin Abdullah.
Sultan Haitham bin Tariq Al Said mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Sa’idiyya di Muscat. Almarhum ayahnya, Tariq bin Taymour, sangat ingin agar anak-anaknya mengenyam pendidikan modern, sehingga Yang Mulia Sultan Haitham mendaftar di Sekolah Menengah Broumana di Lebanon, tempat ia mengenyam pendidikan dalam tahap persiapan.
Sultan Haitham bin Tariq tidak tinggal lama di Beirut. Ia berangkat pada tahun 1972 menuju Inggris untuk melanjutkan pendidikan menengah dan kemudian universitas. Ia mendaftar di salah satu universitas paling bergengsi di dunia, yaitu Universitas Oxford di Pembroke College di Oxford.
Undang-undang tersebut juga menjamin "pemeliharaan kemerdekaan dan kedaulatan negara", yang menunjukkan bahwa Oman akan melanjutkan kebijakan netralitas dalam urusan luar negeri yang ditetapkan di bawah Sultan Qaboos.
Pada hari Senin, Bank Sentral Oman menerbitkan uang kertas baru dengan wajah Sultan Haitham.
Penerbitan uang kertas pecahan 20 rial, 10 rial, lima rial, satu rial, setengah rial, dan 100 baisa melengkapi serangkaian uang kertas baru yang dimulai dengan uang kertas peringatan 50 rial yang dirilis pada bulan Juli 2020.
Uang kertas pecahan 50 rial bergambar wajah mendiang Sultan Qaboos, sedangkan uang kertas pecahan 20, 10, dan lima rial bergambar penggantinya, Sultan Haitham.
Sultan Haitham telah membuat perubahan besar lainnya selama tahun pertamanya sebagai penguasa termasuk menunjuk menteri luar negeri baru yang menggantikan negarawan veteran Yussuf bin Alawi bin Abdullah.
4. Menerapkan Prinsip Perdamaian
Ia juga menegaskan bahwa ia akan mengikuti jejak mendiang Sultan dalam kebijakan luar negeri, menekankan prinsip-prinsip yang telah ia tetapkan untuk kebijakan luar negeri Kesultanan yang didasarkan pada hidup berdampingan secara damai antara bangsa dan masyarakat, bertetangga yang baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, dan menghormati kedaulatan negara.5. Memiliki Latar Pendidikan yang Bergensi
Sultan Haitham bin Tariq Al Said, lahir di Muscat pada tanggal 11 Oktober 1955 M.Sultan Haitham bin Tariq Al Said mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Sa’idiyya di Muscat. Almarhum ayahnya, Tariq bin Taymour, sangat ingin agar anak-anaknya mengenyam pendidikan modern, sehingga Yang Mulia Sultan Haitham mendaftar di Sekolah Menengah Broumana di Lebanon, tempat ia mengenyam pendidikan dalam tahap persiapan.
Sultan Haitham bin Tariq tidak tinggal lama di Beirut. Ia berangkat pada tahun 1972 menuju Inggris untuk melanjutkan pendidikan menengah dan kemudian universitas. Ia mendaftar di salah satu universitas paling bergengsi di dunia, yaitu Universitas Oxford di Pembroke College di Oxford.
(ahm)
Lihat Juga :