Siapa Haitham bin Tariq? Raja Oman yang Ubah Konstitusi demi Naikkan Jabatan Putranya

Jum'at, 04 April 2025 - 18:26 WIB
loading...
A A A
Sebuah komite, yang ditunjuk oleh sultan, juga akan mengawasi pekerjaan para menteri dan pemerintah, serta auditor negara untuk memantau badan-badan publik.

Undang-undang tersebut juga menjamin "pemeliharaan kemerdekaan dan kedaulatan negara", yang menunjukkan bahwa Oman akan melanjutkan kebijakan netralitas dalam urusan luar negeri yang ditetapkan di bawah Sultan Qaboos.

Pada hari Senin, Bank Sentral Oman menerbitkan uang kertas baru dengan wajah Sultan Haitham.

Penerbitan uang kertas pecahan 20 rial, 10 rial, lima rial, satu rial, setengah rial, dan 100 baisa melengkapi serangkaian uang kertas baru yang dimulai dengan uang kertas peringatan 50 rial yang dirilis pada bulan Juli 2020.

Uang kertas pecahan 50 rial bergambar wajah mendiang Sultan Qaboos, sedangkan uang kertas pecahan 20, 10, dan lima rial bergambar penggantinya, Sultan Haitham.

Sultan Haitham telah membuat perubahan besar lainnya selama tahun pertamanya sebagai penguasa termasuk menunjuk menteri luar negeri baru yang menggantikan negarawan veteran Yussuf bin Alawi bin Abdullah.

4. Menerapkan Prinsip Perdamaian

Ia juga menegaskan bahwa ia akan mengikuti jejak mendiang Sultan dalam kebijakan luar negeri, menekankan prinsip-prinsip yang telah ia tetapkan untuk kebijakan luar negeri Kesultanan yang didasarkan pada hidup berdampingan secara damai antara bangsa dan masyarakat, bertetangga yang baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, dan menghormati kedaulatan negara.

5. Memiliki Latar Pendidikan yang Bergensi

Sultan Haitham bin Tariq Al Said, lahir di Muscat pada tanggal 11 Oktober 1955 M.

Sultan Haitham bin Tariq Al Said mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Sa’idiyya di Muscat. Almarhum ayahnya, Tariq bin Taymour, sangat ingin agar anak-anaknya mengenyam pendidikan modern, sehingga Yang Mulia Sultan Haitham mendaftar di Sekolah Menengah Broumana di Lebanon, tempat ia mengenyam pendidikan dalam tahap persiapan.

Sultan Haitham bin Tariq tidak tinggal lama di Beirut. Ia berangkat pada tahun 1972 menuju Inggris untuk melanjutkan pendidikan menengah dan kemudian universitas. Ia mendaftar di salah satu universitas paling bergengsi di dunia, yaitu Universitas Oxford di Pembroke College di Oxford.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Soal Selat Hormuz, Trump...
Soal Selat Hormuz, Trump Ancam Serang Oman Meski Jadi Sekutu AS
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved