Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?

Jum'at, 04 April 2025 - 20:20 WIB
loading...
Ini 3 Negara Musuh AS...
Tiga negara musuh AS tidak terkena tarif impor Trump. Foto/X/@WhiteHouse
A A A
WASHINGTON - Terdapat sejumlah negara musuh Amerika Serikat yang tidak terkena tarif impor Trump. Salah satunya adalah Rusia.

Diberitakan sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat mengumumkan penerapan tarif impor sebagai bagian dari kebijakan proteksionisme ekonomi. Kebijakan ini ditetapkan untuk lebih dari 180 negara, termasuk Indonesia.

Meski tarif ini berdampak besar pada banyak negara, beberapa ada yang mendapatkan pengecualian dan terhindar dari beban tarif tambahan. Di antaranya bahkan terbilang sebagai musuh dari AS sendiri. Siapa saja?

Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump

1. Rusia

Rusia tidak muncul dalam daftar negara yang menghadapi tarif timbal balik Amerika Serikat di era Trumo. Hal ini tentu memunculkan banyak pertanyaan mengingat status Moskow sebagai musuh AS.

Melansir Reuters, saat ditanya alasan Rusia tidak ada dalam daftar, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkap bahwa pihaknya tidak banyak berdagang dengan Rusia. Selain itu, Kremlin juga sudah dikenai sanksi terlebih dahulu atas tindakannya menginvasi Ukraina.

Menurut data yang dirilis pemerintah AS, perdagangan barang antara Rusia dan Amerika Serikat mencapai $3,5 miliar tahun lalu. Padahal, di tahun 2021 atau setahun sebelum invasi Rusia ke Ukraina, perdagangan barang mencapai $36 miliar.

Senada, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa Rusia tidak dimasukkan karena tidak ada perdagangan yang berarti dengan mereka. Kemudian, sanksi yang selama ini diberlakukan kepada Kremlin juga terbilang sangat berat dan masih terus berlaku.

Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot

2. Korea Utara

Lanjut, ada Korea Utara. Melihat ke belakang, negara yang dipimpin Kim Jong Un ini juga dikenal sebagai salah satu musuh Amerika Serikat.

Bicara soal tarif impor baru Trump yang ramai diperbincangkan, Korea Utara justru tidak masuk daftar negara yang dikenai kebijakan tersebut. Hal ini diketahui dari rilis yang dilakukan Gedung Putih beberapa waktu lalu.

Mengutip Anadolu, Korea Utara sebagaimana Rusia tidak masuk daftar karena sudah lebih dulu menerima sanksi dan tarif tinggi dari AS. Artinya, tidak diperlukan lagi penambahan tarif sebagaimana diberlakukan untuk negara lain.

“Mereka (Korea Utara dkk) sudah menghadapi tarif yang sangat tinggi dan sanksi yang kami kenakan sebelumnya menghalangi perdagangan yang berarti dengan negara-negara ini," ungkap seorang pejabat Gedung Putih kepada Anadolu dengan syarat anonim, dikutip Jumat (4/4).

Sementara itu, sebagian pengamat lain menyebut langkah Trump ini sesuai dengan gaya kebijakan luar negerinya pada masa jabatan keduanya di AS. Ia beberapa kali memang suka menyerang sekutu dan mengancam mereka dengan kebijakan ekonomi yang menghukum, tetapi bersikap lebih baik terhadap musuh tradisional.

3. Kuba

Berikutnya ada Kuba. Mereka tidak termasuk dalam daftar negara yang terkena tarif impor Trump karena hubungan dagangnya dengan AS sudah sangat terbatas akibat embargo ekonomi yang telah berlangsung lama.

Sedikit kilas balik, AS telah memberlakukan embargo ekonomi yang membatasi hampir semua perdagangan dengan Kuba. Kondisi ini menjadikan Kuba sebagai non-mitra dagang utama AS, sehingga dampak tarif terhadap perdagangan keduanya akan sangat kecil jika diberlakukan.

Singkatnya, Kuba tidak memiliki hubungan dagang besar dengan AS. Alhasil, mereka tidak dianggap relevan dalam kebijakan tarif ini.

Meski begitu, kebijakan tersebut hanya berlaku sementara waktu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari AS akan memberlakukan tarif serupa kepada musuh-musuhnya seperti Kuba, Korea Utara, bahkan Rusia.

Itulah beberapa negara musuh AS yang tidak terkena tarif impor Trump.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Ronaldo Raja Gol Portugal...
Ronaldo Raja Gol Portugal di Piala Dunia
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved