4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Jum'at, 04 April 2025 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh, pengenaan tarif impor besar tampaknya ikut menjadi bagian dari pendekatan luas pemerintahan Trump untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan global dan menekan negara-negara yang dianggap memiliki praktik perdagangan tidak adil atau dianggap bermasalah dengan AS.
Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
Pemerintah Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 39% untuk Irak. Hal ini berlaku berbagai barang, kecuali minyak mentah yang dikecualikan dari tarif tersebut.
Meski tarif itu cukup tinggi, pejabat Irak memperkirakan dampaknya terhadap perekonomian negara akan terbatas. Kondisi ini disebabkan oleh surplus perdagangan yang dimiliki Irak dengan AS dan peningkatan penjualan minyak ke AS yang telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir.
Seperti dijelaskan di atas, ekspor minyak mentah Irak ke AS juga tidak terpengaruh oleh kebijakan baru Trump. Alhasil, sektor energi tetap menjadi andalan dalam hubungan perdagangan kedua negara.
Mengutip MoroccoWorldNews, besaran itu kemungkinan didasarkan pada penilaian bahwa Aljazair mengenakan tarif rata-rata 59% pada produk asal AS. Jadi, langkah ini bisa disebut sebagai pembalasan terhadap praktik perdagangan tidak adil terhadap AS.
Menanggapi itu, Aljazair belum memberi reaksi apa pun. Namun, langkah Trump juga dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif terhadap hubungan di antara kedua negara.
Baca Juga: 4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
2. Irak
Berikutnya ada Irak. Melihat ke belakang, negara ini memiliki riwayat konflik dengan Amerika Serikat, termasuk saat wilayahnya diinvasi pada 2003 silam.Pemerintah Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 39% untuk Irak. Hal ini berlaku berbagai barang, kecuali minyak mentah yang dikecualikan dari tarif tersebut.
Meski tarif itu cukup tinggi, pejabat Irak memperkirakan dampaknya terhadap perekonomian negara akan terbatas. Kondisi ini disebabkan oleh surplus perdagangan yang dimiliki Irak dengan AS dan peningkatan penjualan minyak ke AS yang telah berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir.
Seperti dijelaskan di atas, ekspor minyak mentah Irak ke AS juga tidak terpengaruh oleh kebijakan baru Trump. Alhasil, sektor energi tetap menjadi andalan dalam hubungan perdagangan kedua negara.
3. Aljazair
Selain Timur Tengah, negara Islam di kawasan Afrika Utara seperti Aljazair juga mendapat tarif impor cukup besar. Negara ini dibebankan tarif impor sebesar 30 persen oleh pemerintahan Donald Trump di AS.Mengutip MoroccoWorldNews, besaran itu kemungkinan didasarkan pada penilaian bahwa Aljazair mengenakan tarif rata-rata 59% pada produk asal AS. Jadi, langkah ini bisa disebut sebagai pembalasan terhadap praktik perdagangan tidak adil terhadap AS.
Menanggapi itu, Aljazair belum memberi reaksi apa pun. Namun, langkah Trump juga dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif terhadap hubungan di antara kedua negara.
4. Pakistan
Lanjut, ada Pakistan. Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan tarif impor sebesar 29 persen terhadap produk-produk asal Pakistan.Lihat Juga :