Brigade Al-Qassam Gelar Operasi Pertama, Israel Bunuh 1.000 Orang Sejak Perang Kembali Pecah

Selasa, 01 April 2025 - 08:28 WIB
loading...
Brigade Al-Qassam Gelar...
Pejuang Brigade Al-Qassam menargetkan kendaraan militer Israel di Gaza. Foto/X
A A A
GAZA - Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, mengumumkan pada hari Senin (31/3/2025) bahwa para pejuangnya telah menghancurkan satu tank Israel dua hari lalu menggunakan alat peledak di dekat garis pemisah dan kemudian menembaki daerah tersebut dengan mortir di sebelah timur Khan Yunis di Gaza selatan.

Pada 20 Maret, Brigade Qassam juga menyatakan mereka telah meluncurkan roket ke Tel Aviv sebagai tanggapan atas pembantaian Israel terhadap warga sipil di Gaza.

Langkah ini bertepatan dengan pengumuman militer Israel tentang operasi darat di sepanjang poros pantai dari Beit Lahia di Gaza utara.

Menurut sumber medis yang dikutip oleh Al-Jazeera, serangan udara Israel menewaskan 28 warga Palestina di berbagai bagian Jalur Gaza sejak Senin pagi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 1.000 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan serangannya di Jalur tersebut dua pekan lalu.

Koresponden Al Jazeera melaporkan enam warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel terhadap satu rumah di Jalan Jaffa di lingkungan Tuffah, Kota Gaza.

Selain itu, sepuluh warga sipil terluka oleh tembakan pesawat nirawak Israel di lingkungan Al-Janina, Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza.

Puluhan warga Palestina tewas dan terluka di seluruh Gaza pada hari kedua Idul Fitri akibat pemboman Israel.

Pada saat yang sama, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk Rafah dan daerah lain di Gaza selatan, dengan peringatan akan adanya serangan yang akan segera terjadi.

Koresponden Al Jazeera mengonfirmasi serangan udara Israel terhadap pertemuan warga sipil di sebelah timur kota Jabaliya, di Gaza utara, mengakibatkan dua orang tewas dan banyak orang terluka.

Serangan lain menargetkan tenda yang menampung orang-orang terlantar di daerah Al-Mawasi, utara Khan Yunis, menewaskan dua orang dan melukai yang lainnya.

Dua anak juga tewas dalam serangan udara terhadap satu rumah di pusat Khan Yunis. Sepanjang malam hingga pagi, pesawat tempur Israel menargetkan tiga rumah berpenghuni di Khan Yunis, menewaskan 10 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya, menurut sumber medis dan keterangan saksi mata yang dibagikan kepada Anadolu Agency.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 1.001 orang telah tewas di Jalur Gaza sejak serangan Israel dilanjutkan pada 18 Maret.

Dalam 48 jam terakhir, 80 orang tewas lagi, sehingga jumlah total korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 menjadi 50.357.

Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan 1.402 personel medis telah dibunuh oleh pasukan Israel selama serangan yang sedang berlangsung.

Kantor tersebut juga melaporkan 111 personel pertahanan sipil tewas, dan 15 markas dan pusat pertahanan sipil menjadi sasaran. Selain itu, pasukan Israel menangkap 26 pekerja pertahanan sipil.

Kantor tersebut lebih lanjut merinci 362 petugas kesehatan ditahan, dan tiga dokter dieksekusi di bawah penyiksaan di penjara-penjara Israel.

Laporan itu juga menyebutkan 34 rumah sakit hancur atau tidak beroperasi lagi akibat serangan Israel.

Sebanyak 80 pusat kesehatan dan 162 fasilitas medis terkena serangan, sementara 142 ambulans dibom.

Sementara itu, pemakaman diadakan untuk 14 anggota tim Pertahanan Sipil dan Bulan Sabit Merah yang dieksekusi pasukan Israel dan dikuburkan di kuburan massal di lingkungan Tel Sultan, Rafah.

Keluarga paramedis yang terbunuh dan rekan-rekan dari Pertahanan Sipil dan Bulan Sabit Merah menghadiri pemakaman tersebut, mengungkapkan keterkejutan atas pembunuhan yang disengaja terhadap kru medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan mereka.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan "kejutan yang mendalam" atas kematian delapan paramedis Bulan Sabit Merah Palestina, lima pekerja pertahanan sipil, dan seorang anggota staf PBB, yang jenazahnya ditemukan setelah serangan udara Israel di Rafah sekitar seminggu yang lalu.

Baca juga: Anggota Parlemen Iran Serukan Teheran Memiliki Senjata Nuklir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
48 Jam, Brigade Al-Qassam...
48 Jam, Brigade Al-Qassam Menewaskan 40 Tentara Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved